Kamis, 4 Juni 2026

Merajut Harmoni dalam Keberagaman, Borobudur Peace & Prosperity Festival Diharapkan Jadi Agenda Tahunan  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Senin, 12 Mei 2025 | 16:25 WIB
Borobudur Peace & Prosperity Festival (BPF) 2025 resmi dibuka dalam suasana penuh khidmat.  (Istimewa)
Borobudur Peace & Prosperity Festival (BPF) 2025 resmi dibuka dalam suasana penuh khidmat. (Istimewa)

 

NAWACITAPOST.COM - Borobudur Peace & Prosperity Festival (BPF) 2025 resmi dibuka dalam suasana penuh khidmat dan semangat kebersamaan, pada 11 Mei 2025 pukul 18.10 WIB. Ketua Pelaksana BPF 2025, Jeffry Yunus, menyampaikan sambutan singkat namun sarat makna di Taman Aksobhya, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Festival ini diselenggarakan oleh Yayasan Meccaya Surya Prakasa dan merupakan bagian dari rangkaian perayaan Waisak yang kini telah memasuki penyelenggaraan keempatnya. Dalam pidato pembukaannya, Jeffry Yunus menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini.

Ia menekankan bahwa BPF 2025 bukan sekadar ajang seremonial, melainkan wujud nyata dari upaya menghidupkan kembali semangat toleransi, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Festival ini mengusung nilai-nilai kebersamaan lintas agama, sosial, dan budaya, yang menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sebagai pemisah.

Ia mengapresiasi inisiator festival, Ricky Surya Prakasa, yang sejak awal mencetuskan ide ini sebagai gerakan budaya dan sosial. Tak hanya merayakan nilai-nilai spiritual, festival ini juga menghadirkan aksi nyata seperti pengobatan gratis, bakti sosial, dan donor darah, yang menjangkau langsung kebutuhan masyarakat.

Citramaja City, tempat hunian modern yang menawarkan kenyamanan, kemudahan, dan keharmonisan hidup. (Instagram)

"Tahun ini, festival ini memasuki penyelenggaraan yang keempat kalinya. Perlu kami sampaikan bahwa gagasan besar di balik festival ini pertama kali dicetuskan oleh Bapak Ricky Surya Prakasa, seorang tokoh yang memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian budaya," ujarnya.

Lebih lanjut, Jeffry menyoroti dampak ekonomi positif dari festival ini, terutama dalam mendukung UMKM, pelaku seni lokal, dan komunitas di sekitar Candi Borobudur. Jeffry menyampaikan bahwa pelaksanaan BPF 2025 tidak hanya terpusat di Candi Borobudur, tetapi juga merambah lokasi-lokasi penting lainnya seperti Candi Pawon, Candi Ngawen, dan Sungai Progo.
Di tempat-tempat ini, festival menghadirkan berbagai kegiatan budaya seperti Festival Larung Pelita, Festival Merti Karuna, hingga Bhumi Mandala. Setiap kegiatan dirancang untuk menyatukan masyarakat dalam nuansa spiritual sekaligus membangkitkan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian lingkungan dan budaya.

Salah satu momen penting dalam sambutan Jeffry adalah harapan agar festival ini mendapat pengakuan resmi dari pemerintah sebagai agenda nasional tahunan. Ia menyampaikan bahwa BPF telah berkontribusi nyata dalam pelestarian warisan budaya, pembangunan sektor pariwisata, dan penguatan nilai-nilai kebhinekaan Indonesia.

"Kami sangat berharap agar Borobudur Peace & Prosperity Festival dapat memperoleh dukungan dan pengakuan resmi dari pemerintah sebagai agenda nasional tahunan," kata dia.

Baca Juga: Wamen Kebudayaan Giring Ganesha Hadiri Kirab Budaya Waisak 2025 di Candi Borobudur

Harapan ini mencerminkan keinginan agar gerakan ini tidak hanya berakhir di tingkat lokal, tetapi dapat menjadi inspirasi nasional dan bahkan internasional. "Ini adalah bentuk nyata dari harmoni dalam keberagaman yang menjadi
kekuatan utama bangsa kita," kata dia.

Jeffry juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tokoh dan tamu undangan yang hadir, mulai dari perwakilan pemerintah, tokoh agama, duta besar, hingga finalis Puteri Indonesia 2025 yang turut berperan menyuarakan pesan festival ke masyarakat luas. Kehadiran mereka menegaskan bahwa BPF adalah ruang inklusif bagi semua elemen bangsa.

Festival ini masih akan berlanjut hingga 12 Mei 2025 dengan agenda Bhumi Mandala di Candi Ngawen, makan siang bersama di Omah Mbudur, serta ditutup dengan Festival Lampion Waisak Nasional di Lapangan Marga Utama. Setiap kegiatan mengusung pesan cinta kasih, perdamaian, dan kepedulian sosial yang mendalam.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini