Kamis, 4 Juni 2026

Usulkan Ahok, Alifurrahman: Menteri Agama Tak Harus Ulama, Tapi Harus Paham Manajemen  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 10 Juni 2025 | 10:18 WIB
Kementerian Agama dinilai gagal menyelenggarakan ibadah haji.  (Instagram)
Kementerian Agama dinilai gagal menyelenggarakan ibadah haji. (Instagram)

Selain itu, nama Erick Thohir juga masuk dalam daftar. Menteri BUMN yang juga Ketua PSSI ini dianggap memiliki kepemimpinan yang detail dan pengalaman dalam menyelenggarakan event skala besar.

Baca Juga: HWPL Gelar Kampanye Perdamaian, Dukung Unifikasi Damai Semenanjung Korea  

"Kalau mau hanya dari kementerian yang ada hari ini ya Erick Thohir satu-satunya pilihan," kata Alifurrahman.

Ia juga menambahkan bahwa apabila tidak ingin memilih dari nama-nama tersebut, setidaknya pemimpin pelaksanaan haji adalah orang yang punya kemampuan koordinasi, seperti dari latar belakang militer atau kepolisian. Bagi Alifurrahman, tidak relevan jika pelaksanaan haji yang melibatkan ratusan ribu orang diserahkan pada pihak yang tidak memiliki keahlian di bidang pengelolaan massa atau event besar.

Ia juga tidak menafikan keunggulan tokoh-tokoh keagamaan dalam hal dakwah atau spiritualitas. Namun, menurutnya itu tidak cukup untuk memimpin pelaksanaan haji. Dalam bagian penutup, ia bahkan menyebut bahwa tokoh seperti Nasaruddin Umar bisa saja unggul dalam urusan ceramah, tetapi dalam pengelolaan jemaah haji, ia tidak melihat adanya pengalaman relevan.

Menurutnya, pelaksanaan haji adalah wajah Indonesia di mata dunia. Bila pengelolaan buruk, maka negara akan terlihat buruk pula. Ia mengangkat bagaimana jemaah Indonesia terlihat menyedihkan di mata jemaah negara lain karena minimnya layanan. Menurutnya, negara lain seperti Malaysia dan Thailand bisa memberikan pengalaman ibadah yang lebih nyaman dan terorganisir.

Baginya, rasa malu adalah alasan kuat untuk mendesak perubahan. Ia menegaskan bahwa para jemaah Indonesia adalah orang-orang yang mampu secara finansial. Karena itu, pelayanan yang buruk sangat tidak bisa dibenarkan.

Baca Juga: 100 Hari Pram-Doel, Greenpeace: Janji “Jakarta Menyala” Terancam Padam!

"Gimana warga negara asing mau respect kepada kita kalau warga kita dibiarkan terlantar begitu yang tanpa pelayanan?" tanyanya.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini