Kiprahnya tidak hanya memperjuangkan akses pendidikan bagi perempuan, tetapi juga menunjukkan bahwa perempuan mampu menjadi pemimpin dan pengajar dalam bidang keagamaan. Kontribusinya menjadikan pendidikan perempuan sebagai bagian penting dari pembangunan bangsa dan peradaban Islam di Indonesia.
5. Siti Walidah Ahmad Dahlan (1872–1946, Yogyakarta)
Siti Walidah adalah istri dari pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, dan juga tokoh sentral dalam pendirian organisasi perempuan ‘Aisyiyah. Ia dikenal sebagai penggerak emansipasi perempuan dalam bingkai Islam yang moderat dan inklusif. Melalui ‘Aisyiyah, Siti Walidah mendorong pendidikan dan pemberdayaan perempuan, serta peran aktif perempuan dalam dakwah dan kegiatan sosial.
Selain berperan dalam ranah pendidikan, Siti Walidah juga terlibat dalam perjuangan kemerdekaan. Ia menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), menunjukkan bahwa kapasitas dan kontribusi perempuan dalam perumusan negara telah diakui sejak awal. Pemikirannya tentang kesetaraan dan peran perempuan dalam Islam masih relevan hingga kini dan menjadi inspirasi dalam gerakan perempuan Muslim Indonesia.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Dapat Ancaman Pembunuhan, Polda Jabar Siap Proses Hukum
6. Nyai Khairiyah Hasyim (1906–1988, Jawa Timur)
Nyai Khairiyah Hasyim adalah putri dari pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy’ari. Ia adalah tokoh perempuan pesantren yang memainkan peran penting dalam pendidikan Islam untuk perempuan.
Setelah menimba ilmu di Makkah, ia kembali ke Indonesia dan memimpin Pesantren Putri Jami’atul Khair di Bangil, Jawa Timur. Pesantren ini menjadi salah satu pusat pendidikan perempuan terbesar pada masanya.
Nyai Khairiyah juga aktif dalam organisasi Muslimat NU dan berperan penting dalam menggerakkan perempuan Nahdliyin untuk lebih terlibat dalam dakwah dan pendidikan. Pada masa perjuangan kemerdekaan, ia turut berkontribusi dalam mendukung logistik dan moral para pejuang.
7. Zakiyah Daradjat (1929–2013, Sumatera Barat)
Zakiyah Daradjat adalah tokoh ulama perempuan dan psikolog Islam yang berjasa besar dalam mengembangkan pendidikan agama di Indonesia. Ia dikenal sebagai pelopor dalam bidang Bimbingan dan Konseling Islam serta salah satu perempuan pertama yang menjadi guru besar dalam bidang psikologi Islam di IAIN (sekarang UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Melalui karya-karyanya, ia mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan pendekatan psikologi modern.
Baca Juga: Heboh Produk Halal Mengandung Babi, Ini Penjelasan Babe Haikal
Zakiyah aktif menulis buku, menjadi dosen, dan terlibat dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Ia juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agama dan Majelis Ulama Indonesia. Kontribusinya dalam membangun pemikiran Islam yang moderat dan berbasis ilmu pengetahuan menjadikannya sebagai panutan dalam dunia pendidikan Islam.
Perpaduan antara keilmuan agama dan ilmu sosial, para ulama perempuan ini memberi jalan bagi pendekatan dakwah yang lebih menyentuh aspek kemanusiaan.
Artikel Terkait
Tanah Bergerak di Brebes, 114 Rumah Rusak Berat dan 508 Jiwa Terdampak
Kapolresta Sidoarjo Optimalkan Peran Kapolsek Dorong Pelaksanaan Ketahanan Pangan
Gereja Katedral Jakarta Gelar Misa Requiem Sore Ini, Mengenang Paus Fransiskus
BPOM Perkuat Kerja Sama Regional, Bahas Joint Assessment dengan HSA Singapura
Jelang APEKSI, Surabaya Mantapkan Sinergi dengan Pengusaha Spa dan Pijat