Kamis, 2 Juli 2026

Raminten Meninggal Dunia, Yogyakarta Kehilangan Sosok Ikonik    

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 24 April 2025 | 08:58 WIB
 Raminten, telah berpulang pada usia 75 tahun. (the House of Raminten)
Raminten, telah berpulang pada usia 75 tahun. (the House of Raminten)

 

NAWACIAPOST.COM - Salah satu tokoh ikonik dari Yogyakarta, Hamzah Sulaiman, yang lebih dikenal dengan nama panggung Kanjeng Mas Tumenggung Tanoyo Hamiji Nindyo atau akrab disapa Raminten, telah berpulang pada usia 75 tahun. Kepergian Raminten menjadi duka mendalam bagi masyarakat Yogyakarta dan para pengagum karya-karyanya.

Kabar duka ini diumumkan pertama kali melalui akun Instagram @ramintencabaret. Dalam unggahan tersebut, ditulis bahwa sosok yang selama ini menjadi pilar utama dalam membangun dan mengembangkan Raminten Cabaret Show telah tiada.

"Sosok yang telah membangun, memperjuangkan, dan membesarkan nama Raminten Cabaret Show telah berpulang. Langit Jogja malam hari ini ikut bersedih meneteskan jutaan air mata mengiringi kepergiannya. Selamat jalan cinta kami."

Tidak hanya itu, akun Instagram @houseoframinten yang merupakan bagian dari usaha kuliner yang dirintis oleh Hamzah Sulaiman juga turut menyampaikan penghormatan terakhir. Dalam unggahannya, disebutkan bahwa beliau bukan hanya seorang pemimpin, namun juga panutan, guru, dan pribadi yang sangat berpengaruh dalam perjalanan bisnis tersebut.

Citramaja City, tempat hunian modern yang menawarkan kenyamanan, kemudahan, dan keharmonisan hidup. (Instagram)

"Selamat jalan kanjeng, terimakasih banyak atas segalanya. Engkau tidak hanya pemimpin bagi kami, tapi juga sebagai guru kami, panutan kami, dan seseorang yang telah berjasa bagi kami. Semoga di sana bahagia ya, kanjen."

Nama Raminten tidak bisa dilepaskan dari kiprah panjang Hamzah Sulaiman dalam mengembangkan sektor kuliner dan pariwisata di Yogyakarta. Gelar Kanjeng Mas Tumenggung Hamijinindyo yang disematkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan perannya yang signifikan dalam pelestarian budaya lokal.

Kariernya di dunia hiburan dimulai dari sebuah acara komedi situasi di stasiun televisi lokal, Jogja TV. Kala itu, ia memerankan karakter perempuan Jawa yang khas. Dengan balutan kebaya, jarik, dan konde, karakter tersebut kemudian dikenal luas sebagai Raminten. Sosok ini kemudian melekat sebagai identitas yang melampaui layar kaca.

Keberhasilannya tidak berhenti di dunia hiburan. Hamzah Sulaiman juga dikenal sebagai pendiri The House of Raminten yang berdiri sejak 26 Desember 2008 di Jalan FM Noto No.7, Kotabaru, Yogyakarta.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Dapat Ancaman Pembunuhan, Polda Jabar Siap Proses Hukum

Tempat ini awalnya hanya menjual jamu-jamu tradisional seperti beras kencur, kunir asem, dan jamu kolesterol. Namun, ide sederhana tersebut berkembang pesat. Salah satu menu yang kemudian menjadi daya tarik utama adalah Sego Kucing yang dijual hanya dengan harga seribu rupiah, sesuatu yang sangat menarik perhatian masyarakat pada masa itu.

Selain The House of Raminten, Hamzah Sulaiman juga merupakan pemilik Hamzah Batik yang dulunya bernama Mirota Batik Malioboro, salah satu pusat belanja oleh-oleh batik yang sangat terkenal di kalangan wisatawan.

Di balik kesuksesan usahanya, Raminten memiliki visi untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga besar yang menjadi bagian dari bisnis kulinernya. Ia memandang tempat usahanya sebagai wadah kekeluargaan yang memberi ruang tumbuh bagi siapa saja yang bergabung di dalamnya. Misi lainnya adalah untuk ikut berperan dalam memajukan pariwisata, khususnya kuliner lokal, dengan tetap menjaga dan mengangkat budaya Jawa.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini