NAWACITAPOST.com - Calon wakil presiden (cawapres) Gibran Rakabuming Raka dinilai kurang sensitif terhadap anak kecil. Sikapnya yang ketus menjadi sorotan di media sosial.
Sikap ketus Gibran terhadap anak kecil tersebut terlihat dalam sebuah unggahan di Instagram miliknya, yang diberi judul 'Lagi asik ngobrol tiba-tiba mas Gibran ditawarin tisu sama anak kecil'.
Baca Juga: Gibran Ajak Pendukung Bersorak Saat Debat Capres, KPU Beri Teguran Keras
Gibran terlihat sedang berkomunikasi dengan anak kecil penjual tisu. Dalam video tersebut, Gibran langsung bertanya sama anak kecil tersebut.
"Ada berapa?
Anak kecil tersebut langsung menghitung jumlah tisu yang dibawanya dalam sebuah kantong kresek. Namun, sebelum anak kecil tersebut berbicara Gibran langsung bertanya lagi.
Baca Juga: Salami Gibran, Alam Ganjar Tuai Pujian Warganet
"5000 kan? Kali 7. Berapa? 35 (ribu rupiah)," kata Gibran.
Usai membayar, Gibran langsung menyuruh anak tersebut pulang dengan nada serta mimik wajah ketus. "Udah, kamu pulang ya. pulang-pulang, ke rumah, pulang, pulang," kata Gibran.
Unggahan Gibran tersebut langsung mendapat sorotan warganet. Sikap Gibran itu mendapat komentar negatif. "Ketus. Judes," kata warganet.
Baca Juga: Persaingan Sengit di Pemilu 2024, Prabowo-Gibran Memimpin dalam 3 Survei Elektabilitas
Meski demikian, ada juga yang menanggapinya dengan positif. Sebagian berpendapat, video ini merupakan rekaman yang masih utuh. Sebab, mereka menemukan sebelumnya ada pihak tertentu yang telah memotong video tersebut sehingga Gibran terkesan mengusir anak kecil penjual tisu.
"Naah Ini yg videonya dicut buat isu di X cuma diambil pas mas gibran nyuruh tu anak pulang. Biar terlihat seakan2 mas gibran ngusir," tulis warganet.
Artikel Terkait
Agustus Gea: 10 Alasan Tidak Mendukung Prabowo-Gibran
Agustus Gea: 10 Alasan Tidak Mendukung Gibran Jadi Cawapres
TPN Ungkap Strategi Ganjar-Mahfud Kalahkan Prabowo-Gibran
Prabowo-Gibran Mendominasi Survei Kompas, Dukungan Merata di Semua Segmen
Siap Bersaing dalam Debat Perdana, Zulhas: Jangan Remehkan Gibran