Kamis, 4 Juni 2026

Agustus Gea: 10 Alasan Tidak Mendukung Prabowo-Gibran

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Senin, 4 Desember 2023 | 12:13 WIB


NAWACITApost.com - Berikut ini merupakan pendapat politisi Agustus Gea terkait alasan untuk tidak memilih pasangan calon presiden (capres)-calon wakil Presiden (cawapres) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Simak selengkapnya ulasan di bawah ini.






  1. Prabowo Tidak Berpengalaman





Di luar lingkup keamanan, yang itu pun penuh kontroversi, Prabowo tidak pernah menunjukkan prestasi yang dapat dirasakan rakyat banyak. Dia adalah mantan jenderal lapangan yang dipecat dari TNI (sesuai dengan surat rekomendasi Majelis Kehormatan TNI) yang pengalamannya sangat sempit dan terbatas. Hanya sebatas merancang dan memberi komando kepada anak buahnya untuk melaksanakan perintah kemiliteran.





Tidak memiliki pengalaman administrasi pemerintahan yang mumpuni selain bidang keamanan saja. Tidak pernah menjadi bupati, walikota, atau gubernur. Tidak menguasai liku-liku birokrasi dan tidak pernah jadi angota legislatif atau yudikatif selain menjadi menjadi Menteri Pertahanan di era Jokowi periode kedua, karena demi keutuhan bangsa dan negara. Gaya kepemimpinan komandonya terkesan bertentangan dengan norma manajemen sipil yang lebih menekankan musyawarah.
 










  1. Karir yang Buruk





Dalam kariernya sebagai perwira TNI, banyak catatan hitamnya. Tidak disiplin, terlibat dalam penghilangan dan penculikan mahasiswa, temperamental dan kejiwaan yang kurang seimbang. Karir militernya berakhir sebagai perwira tinggi yang dipecat dari TNI sebagaimana dikemukakan pada butir 1 (pertama).
Dalam kiprahnya sebagai pengusaha, Prabowo meninggalkan utang yang besar kepada karyawan dan pihak lain sampai sekarang. Peristiwa genosida di Aceh yang belum sepenuhnya terungkap, dihubungkan dengan kepemimpinannya atas operasi intelijen disana.
 






  1. Dekat dengan Orde Baru





Memilih Prabowo berarti memutar balik jarum sejarah dengan mengembalikan kekuasaan orde baru Suharto yang otoriter dan korup. Rezim neo-orba akan menghidupkan kembali berbagai mafia bisnis seperti Petral dan sejenisnya yang telah diberantas oleh Jokowi. Nepotisme dan perkoncoan akan subur kembali dan birokrat akan dijadikan alat untuk memperkaya keluarga, kelompok, dan diri sendiri.
 










  1. Berpotensi Membungkam HAM





Rezim Prabowo, bila menang, akan sangat tertutup dan dikuatirkan akan terus menerus membohongi rakyat seperti telah ditandakan dengan berbagai penyebaran kebohongan, hoax, fitnah dan lainnya oleh para pendukungnya dalam upaya meraih kekuasaan saat ini. Rezim ini tidak akan ragu melanggar HAM, mengabaikan hukum, menggunakan kekerasan dan memotong hak berbicara dan kebebasan pers demi melindungi kebohongannya.
 






  1. Eksploitasi Agama dalam Politik





Meski praktik dan keyakinan agama Prabowo tidak terlalu jelas dan sering menimbulkan pertanyaan, cara-cara kampanyenya telah memanfaatkan sentimen keagamaan yang sangat berbahaya dan beresiko memecah belah umat dan bangsa. Cara ini telah secara konsisten digunakan oleh para pendukungnya pada 2014, pada pilgub DKI, dan di pilpres 2019.


Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini