Mengapa Saya Tidak Memilih Gibran?
Sekurang-kurangnya ada 5 (lima) alasan mengapa saya tidak memilih Gibran yaitu:
- Pencalonannya sebagai cawapres yang sangat kotroversi, merusak tatanan dekokrasi di Indonesia dengan memanfaatkan pamannya yang notabene Ketua Mahkamah Konstitusi.
- Belum berpengalaman, baik di legislative, yudikatif dan eksekutif selevel gubernur ke atas, dan baru 2 tahun menjadi Walikota Solo, sangat minim pengalaman birokrasi.
- Dia dipilih oleh capres Prabowo hanya karena dia anak Presiden Jokowi (bukan karena pribadinya yang hebat), dengan harapan para pendukung Presiden Jokowi (sang Bapak) akan berpindah secara massal mendukung Prabowo-Gibran.
- Sebagai bentuk protes kepada Presiden Jokowi bahwa tidak suka dengan sikap/kepribadiannya yang berubah 180 derajat di tahun-tahun akhir pemerintahannya, sehingga terkesan meninggalkan legacy (warisan sejarah) yang tidak patut dicontoh oleh generasi muda.
- Sikap Gibran yang mencla-mencle, kadang ngomong A tidak lama kemudian ngomong B atau ada pengamat mengistilahkan pagi ngomong tahu sorenya ngomong tempe, yang mengindikasikan tidak pantas untuk menjadi seorang pemimpin (cawapres) karena masih terlalu muda belum mateng menjadi pemimpin.