Baca Juga: Sempat Ancam Wartawan yang Meliput, Pemasok Pengelola Limbah Diperkirakan Berasal dari Lengkong
"Kalau dulu itu memang ada pengolahan limbah untuk pakan ternak yaitu ikan, dan untuk yang beberapa bulan terakhir ini saya belum tahu pasti," ucap Imam Robani kepada wartawan Nawacitapost.com, pada Sabtu (25/1/2025).
Imam Robani berkata bahwa sudah pernah ada reaksi dari masyarakat berupa aksi demo ke Kantor Desa Babadan, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk, yang hingga memaksakan Pemdes untuk menghubungi pihak terkait hingga tingkat Kabupaten.
"Jadi dari masyarakat itu sudah pernah demo ke Desa. Akhirnya saya jembatani dan saya juga menghubungi dinas-dinas terkait termasuk perijinan, lingkungan hidup, dari perikanan, kesehatan maupun dari Forpimcam Patianrowo," ujarnya.
Imam Robani mengucapkan bahwa aksi tersebut juga dilakukan sebanyak tiga hingga empat kali.
"Hasil mediasinya itu waktu itu dari pihak yang punya usaha itu sanggup untuk bagaimana agar pengolahan limbah itu tidak bau, karena permintaan warga. Usaha apa saja terserah asalkan tidak menimbulkan bau busuk itu," jelasnya.
Tak sampai di situ saja bahkan ketika bau busuk menyengat tersebut muncul, tak jarang pintu Kantor Desa Babadan ditutup.
"Makanya kantor sering sekali menutup pintu, ya penyebabnya karena bau busuk dan menyengat itu," jelasnya.
Begitu pula salah satu warga Desa Babadan yaitu Badri (75) ketika diwawancarai tim awak media menyampaikan bahwa bau busuk tersebut berasal dari belakang rumahnya yang diduga digunakan untuk pengolahan limbah dan penggilingan telur.
Baca Juga: Khotmil Qur'an Warnai Tes Kenaikan Tingkat Siswa PSHT Komisariat Padepokan dan Ranting Kota Nganjuk
"Saking wingking (Dari belakang red), niku penggilingan telur didamel pakan (itu penggilingan telur dibuat pakan red)," ucap Badri dikediamannya, kepada wartawan Nawacitapost.com pada Sabtu (25/1/2024).
Badri menambahkan bahwa dari hasil pengolahan limbah tersebut dijadikan pakan ternak diantaranya ikan, dan Bebek.
"Nek kadose niku didamel pakan ulam (kalau kelihatannya itu dibuat pakan ikan red) teng mriku kan enten kolam (itu kan ada kolam red) kalih bebek meri niku lo (sama anak bebek itu lo red)," imbuh Badri.
Menurut Badri jarak antara kediamannya dengan tempat penggilingan tersebut diperkirakan kurang lebih 50 meter, dengan jarak yang jauh tersebut masih menyebabkan bau busuk yang begitu luar biasa.