NAWACITAPOST.COM — Bangsa Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya.
Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra, seniman legendaris sekaligus politisi senior PDI Perjuangan yang juga merupakan putra bungsu Presiden Pertama RI Soekarno, mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.
Kabar duka ini menyelimuti panggung seni, budaya, dan politik Tanah Air. Berdasarkan keputusan keluarga besar, jenazah Guruh Soekarnoputra dikebumikan di samping makam ibundanya, Ibu Negara Pertama RI Fatmawati, di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat.
Baca Juga: APBN Tangguh: Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp210,2 Triliun Berkat Kepemimpinan Suahasil Nazara
Peristirahatan terakhir ini menjadi simbol kepulangan sosok maestro ke pangkuan sang ibu setelah seumur hidup mendedikasikan jiwanya untuk menjaga denyut kebudayaan bangsa.
Kepergian sosok yang dikenal genius dalam mengawinkan seni tradisional dengan modernitas ini memantik gelombang duka dari berbagai kalangan nasional, termasuk dari jajaran pimpinan negara.
Presiden RI ke-7, Joko Widodo, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Sukarnoputra.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya pada hari yang sama, Jokowi memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas seluruh jejak langkah serta kontribusi almarhum bagi Indonesia.
"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Turut berduka cita atas berpulangnya Bapak Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra," tulis Jokowi.
Jokowi menegaskan bahwa dedikasi serta sumbangsih almarhum di bidang seni budaya maupun politik telah memberikan warisan berharga bagi perjalanan bangsa dan negara.
"Semoga Allah Swt menerima amal ibadah beliau dan semoga diberi tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan," tambah Jokowi penuh doa.
Cinta Kasih Megawati hingga Hembusan Napas Terakhir
Di balik suasana duka di rumah duka, tersingkap pula momen emosional yang memperlihatkan ikatan persaudaraan yang begitu erat di tubuh keluarga besar Bung Karno.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, membeberkan bagaimana perhatian mendalam diberikan oleh Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, terhadap adik kandungnya tersebut.
Hasto mengungkapkan bahwa Megawati terus mendampingi dan menunjukkan kecemasan yang luar biasa sepanjang masa perawatan almarhum di rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
"Sejak awal ketika masuk rumah sakit, Ibu Mega menunjukkan perhatian yang begitu besar dan rasa cinta terhadap adik kandungnya," ungkap Hasto saat ditemui di rumah duka, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Hasto, Megawati tidak hanya sekadar memantau, tetapi juga memimpin langsung koordinasi penanganan medis adiknya demi memastikan penanganan terbaik.
Baca Juga: Peta Jalan Fiskal 2027 Disepakati, Menteri Keuangan Suahasil Nazara Siap Hadapi Badai Konflik Global
"Ibu Mega juga memberikan arahan secara detail, berdiskusi detail dengan para dokter ahli yang merawat Mas Guruh," jelas Hasto lagi.
Satu Abad Dedikasi Seniman Besar dan Marhaenis
Guruh Sukarnoputra bukan sekadar tokoh politik PDI Perjuangan, melainkan pilar penting yang memberi warna pada jagat kebudayaan Indonesia.
Karya-karyanya, baik lewat Swara Maharddhika maupun berbagai pergelaran kolosal, selalu menyuarakan kecintaan mendalam terhadap identitas nusantara.
Hasto menegaskan bahwa seluruh keluarga besar PDI Perjuangan memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada almarhum, yang dipandang bukan saja sebagai pejuang partai, tetapi juga seorang marhaenis sejati.
Baca Juga: Lompatan Modernisasi Layanan, Bea Cukai Ngurah Rai Resmi Operasikan Customs Payment Point
"Sosok Guruh telah memberikan warna dalam kehidupan sosial dan budaya dengan karya-karya yang luar biasa," puji Hasto menutupi keterangannya.
Kini, langkah sang maestro telah usai. Namun karya, pemikiran, dan pengabdian Guruh Sukarnoputra akan tetap abadi dalam panggung sejarah seni dan politik Indonesia.