Minggu, 8 November 2026

Helikopter Super Puma BNPB Jatuh di Sungai Barito, Warga Gotong Royong Evakuasi Kru

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Minggu, 8 November 2026 | 21:43 WIB
Warga bergotong royong mengevakuasi helikopter water bombing yang jatuh di Sungai Barito, Desa Tabatan, Kalimantan Selatan, Minggu, 8 November 2026. (Tangkapan layar Threads @i_mut3)
Warga bergotong royong mengevakuasi helikopter water bombing yang jatuh di Sungai Barito, Desa Tabatan, Kalimantan Selatan, Minggu, 8 November 2026. (Tangkapan layar Threads @i_mut3)

NAWACITAPOST.COM — Solidaritas kemanusiaan membahana di tepi perairan Sungai Barito, Desa Tabatan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
 
Warga sekitar dengan sigap bergotong royong membantu proses evakuasi helikopter water bombing jenis Eurocopter EC225LP Super Puma dengan nomor registrasi VH-HGM yang mengalami kecelakaan tragis pada Minggu, 8 November 2026.

Berdasarkan rekaman amatir yang viral dan dibagikan melalui akun Threads @i_mut3, sejumlah warga tampak turun tangan langsung ke lokasi kejadian menggunakan tali tambang demi mempercepat proses penanganan darurat di kawasan perairan yang menjadi perbatasan antara Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah tersebut.
 

Musibah bermula ketika armada udara sewaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu tengah berjibaku menjalankan misi mulia pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
 
Helikopter tersebut mengalami insiden saat melakukan manuver krusial usai mengambil air menggunakan perangkat bambi bucket dari aliran Sungai Barito. Tayangan video amatir memperlihatkan detik-detik menegangkan ketika burung besi tersebut mendadak kehilangan kendali sebelum akhirnya jatuh di badan sungai.

Di tengah kepanikan awal, pengunggah video sempat menyampaikan kekhawatiran mendalam seraya berharap seluruh kru yang berada di dalam kabin segera mendapatkan pertolongan medis.

Menanggapi insiden tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, memberikan keterangan resmi untuk meredakan kekhawatiran publik.
 
 
Ia memastikan bahwa seluruh awak yang bertugas berjumlah tiga orang berhasil dievakuasi keluar dari bangkai helikopter dalam keadaan selamat.

“Berdasarkan laporan awal, seluruh kru dilaporkan dalam kondisi selamat,” ujar Berton dalam keterangan tertulis kepada awak media, Minggu (8/11/2026).

Pihak BNPB menjelaskan bahwa helikopter nahas itu merupakan unit milik perusahaan swasta yang dikontrak khusus untuk memperkuat armada operasi pemadaman darurat karhutla di wilayah rawan.
 
Pascatabrakan air tersebut, tim gabungan terkait langsung bergerak cepat dan bersiaga penuh di lokasi kejadian guna mengamankan area serta menangani situasi pascakecelakaan.
 

Hingga berita ini diturunkan, bangkai unit helikopter dilaporkan telah berhasil ditarik dan dievakuasi ke pinggir sungai.
 
Sementara itu, tim investigasi berwenang masih terus menghimpun data komprehensif guna menyusun laporan lengkap mengenai kronologi pasti serta faktor-faktor penyebab di balik hilangnya kendali helikopter Super Puma tersebut.(***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini