Jumat, 24 Juli 2026

Bila HTI Berkuasa di Indonesia, Ini Ancaman Bahaya

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Kamis, 9 September 2021 | 14:55 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - YANG paling gencar dan semangat menerapkan sistem pemerintahan khilafah adalah Hitbiz Tahrir Indonesia (HTI). Maka, bila HTI berkuasa di Indonesia. Yang terjadi, tidak akan ada pemilu. Sistem demokrasi modern diganti dengan khilafah, yaitu menegakan Syariat Islam. 

Baca Juga : Awas!!! HTI Sudah Menyusup di TNI, Polri dan Lembaga Pemerintah, Ini Daftar Nama – Nama Orangnya 



Yang paling tersiksa adalah kaum wanita tidak bisa beraktivitas secara normal. Hukum Islam akan diterapkan. Seperti disampaikan Efan Ferdianto Wibowo dalam situs id.quora.com, berikut pemaparannya.

Baca Juga : Waspada! Taliban Berkuasa, JK Bisa Gerakan Eks HTI dan FPI?



Kesatu Yang hampir pasti terjadi: Kawasan Timur Indonesia akan berusaha memerdekakan diri. Kedua Non-muslim, minoritas dan sebagian kelas menengah ke atas akan berusaha pindah dari Indonesia. Ketiga Beberapa bisnis terancam gulung tikar, seperti bioskop, bar, bank konvensional. Bisnis lain seperti restoran, cafe, hotel akan mengalami penurunan omzet. Keempat Pariwisata menurun Kelima Negara barat akan menjaga jarak dengan Indonesia. Indonesia akan masuk dalam peta perpolitikan dunia. Keenam Jenis media dan konten yang dikonsumsi publik akan dibatasi dengan ketat. Ketujuh Budaya asli Indonesia yang dilihat tidak sesuai syariat, seperti tarian atau musik, akan diberangus. Kedelapan Dialog tak akan pernah terjadi, yang ada keputusan sepihak, jika menolak siap-siap dipenjara atau dihukum mati. Bisa juga bendera merah putih akan diganti dengan bendera HTI.

Baca Juga : *Anggota HTI yang Menjadi ASN Melanggar Dua Sumpah Sekaligus: Sumpah PNS dan Qassam Hizb



Saat ini, para gerombolan HTI sudah merasuk ke Kampus-kampus ternama di Jawa. Kelompok anti Pancasila itu, tak segan-segan menyebut yang tak sepaham dengan perkataan murtad, kafir dan musuh Allah. Narasi agama semakin kuat disuarakan, berpoles dan bersembunyi di jualan ayat dan mayat akan dikeraskan volume kebenciannya.

Yang harus kita lakukan, rapatkan barisan NKRI, kemajemukan Bhineka Tunggal Ika dikuatkan. Pondasi Pancasila dan UUD 1945 menjadi haluan, lalu laksanakan perlawanan kepadanya melalui kemampuan kita: Medsos, hukum dan sebagainya.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

Mensos Risma Bantu Pengobatan 2 Warga Lampung

Kamis, 22 Juni 2023 | 20:56 WIB