Baca Juga : Kasus Covid Melonjak, Pemkot Depok Tunda Belajar Tatap Muka
Firli Bahuri yang pernah menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2019 ini lahir di Desa Lontar, Kecamatan Muarajaya Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Desa Lontar merupakan desa di kawasan seberang Sungai Ogan, Sumsel.
Ketua KPK ini adalah anak bungsu dari lima bersaudara, dari pasangan Bahuri dan Ibu Tamah. Siapa sangka, Firli waktu kecil tidak pernah miliki sepatu saat sekolah. Firli pernah diduga ‘pencuri’ oleh teman sekelas karena memakai sepatu yang dia temukan dari tempat sampah.
Ayah dua anak ini mengungkap bahwa orang tua Firli membesarkan dan mendidik Firli bersama lima saudaranya dengan keterbatasan. Tergambar dari cerita masa kecilnya, Ia tidak pernah merasakan tidur di atas Kasur yang empuk, hanya dengan selembar papan Firli Bersama kelima saudaranya tidur.
Kerasnya hidup yang dialami, membuat Firli menjadi seorang yang kuat dan tak pantang menyerah. Semasa SD Firli berhasil membeli sebuah sepeda hasil kerja kerasanya di kebun karet. Uang hasil penjualan karet itu ditabung selama 3 bulan untuk membeli sepeda.
Semasa SMP Firli juga masih menjalani hidup yang berat, perjalanan 16 KM ditempuh demi menuntut ilmu. Bukan hanya itu, setiap pulang sekolah Firli selalu ke ladang sejauh 3 Km untuk membantu orang tuanya.
Setelah lulus SMP Firli berangkat ke Palembang untuk melanjutkan sekolah. Semasa SMA Firli memilih berjualan untuk menyambung hidup, Ia berjualan spidol dan berjualan kue sepulang sekolah. Berkat kerja kerasnya itu Firli berhasil lulus SMA di Palembang.
Nasib baik, setelah SMA Firli masuk dan lulus AKABRI di tahun 1990, kemudian Firli pernah menyicipi banyak posisi strategis di Kepolisian. Seperti di tahun 2014 Firli menjadi Wakapolda Banten, lalu menjadi Wakapolda Jateng di tahun 2016, dan Kapolda NTB tahun 2017. Mulai di tahun 2018 Firli bergabung dengan KPK sebagai Deputi Bidang Penindakan tahun 2018, dan saat ini menjabat sebagai ketua KPK.
(Reski K. Ayuningsih)