“Pernyataan beliau soal perempuan bisa hamil karena berenang bersama para pria memperlihatkan inkompetensi. Karena itu, permohonan maaf tak cukup. Beliau sebaiknya mundur,” kata Juru Bicara PSI, Dara Nasution, dalam keterangan tertulis, Senin (24/2).
Dara menegaskan, kerja perlindungan anak harus berada di tangan para sosok berintegritas dan berwawasan. Tidak bisa diserahkan pada sosok inkompeten seperti Sitti.
"Inkompetensi terlihat jelas dari ketidakmampuannya mencerna dan memilah informasi. Padahal informasi semacam proses kehamilan itu terbilang elementer," kata Dara.
Dara meminta para pejabat publik agar lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan, tidak asal dan harus didukung data yang akurat.
Baca Juga : Anies Pasrah Terima Hujatan Bulan-bulanan Warganet Soal Banjir
“Kita sedang mempertaruhkan masa depan anak-anak jika menyerahkan mereka dalam naungan sosok seperti Bu Sitti. Membiarkan Bu Sitti tetap di KPAI adalah langkah keliru,” tegasnya.
Setelah ramai di media sosial, Sitti mencabut pernyataannya bahwa perempuan bisa hamil bila berenang bersama pria. Dia juga meminta maaf kepada publik karena memberikan pernyataan yang tidak tepat.
"Statement tersebut adalah statement pribadi saya dan bukan dari KPAI. Dengan ini saya mencabut statement tersebut," ujar Sitti , Minggu (23/2).
Sebelumnya, Sitti mengatakan, proses kehamilan pada perempuan di bawah umur dapat terjadi ketika kaum hawa telah memproduksi sel telur. Sitti menjelaskan, kehamilan dapat terjadi pada perempuan yang sedang berenang di kolam renang dengan pria.
Dia menyebut, kehamilan yang berindikasi dari kolam renang ini sebagai contoh hamil tak langsung (bersentuhan secara fisik).
"Pertemuan yang tidak langsung misalnya, ada sebuah mediasi di kolam renang, ada jenis sperma tertentu yang sangat kuat, walaupun tidak terjadi penetrasi, tapi ada pria terangsang dan mengeluarkan sperma, dapat berindikasi hamil," ujarnya.