Arizona, NAWACITA- Mayat seorang bocah berusia 7 tahun ditemukan di area gurun terpencil di Arizona, Amerika Serikat (AS). Bocah perempuan yang diyakini berasal dari India itu diduga masuk ke wilayah AS secara ilegal dengan sekelompok orang lainnya.
Seperti dilansir CNN, Jumat (14/6), Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS dalam pernyataannya menyebut jenazah bocah perempuan yang tidak disebut identitasnya itu ditemukan di lokasi terpencil yang berjarak 27 kilometer sebelah barat Lukeville, Arizona.
Otoritas AS menduga bocah perempuan itu masuk ke wilayah AS secara ilegal melalui perbatasan Meksiko, bersama sekelompok orang dari negara yang sama, India. Diduga sindikat penyelundup manusia menurunkan mereka di dekat perbatasan Meksiko.
Suhu udara di area gurun yang menjadi lokasi temuan mayat bocah itu pada Rabu (12/6) lalu dilaporkan mencapai 108 derajat Fahrenheit atau 42 derajat Celsius.
Agen-agen Patroli Perbatasan Sektor Tucson mendapatkan informasi soal pergerakan terakhir bocah itu dari dua wanita India lainnya. Kedua wanita itu memberitahu para agen patroli perbatasan bahwa mereka terpisah dari seorang wanita dan dua anaknya saat hendak masuk wilayah AS.
"Para agen membawa dua wanita itu ke tahanan dan mulai memeriksa area di sebelah utara perbatasan internasional di area terpencil yang berjarak 11 kilometer sebelah barat Quitobaquito Springs. Dalam beberapa jam mereka menemukan jenazah gadis kecil itu," demikian pernyataan otoritas perbatasan setempat.
Tidak disebut lebih lanjut mengenai penyebab tewasnya bocah perempuan itu. "Ini merupakan kematian tak berperikemanusiaan yang dipicu oleh kartel-kartel yang diuntungkan dari membahayakan nyawa orang lain," cetus Kepala Agen Patroli Tucson, Roy Villareal.
Setelah dilakukan pencarian lebih lanjut termasuk mengerahkan helikopter, agen perbatasan menemukan jejak kaki yang mengindikasikan sekelompok orang yang tadinya bersama bocah itu hendak kembali ke Meksiko.
Agen-agen Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS bersama otoritas Meksiko tengah melakukan pencarian di kedua sisi perbatasan untuk mencari orang-orang tersebut.
Editor: Martin
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Minggu, 29 Juni 2025 | 06:00 WIB
Rabu, 28 Mei 2025 | 17:33 WIB
Senin, 19 Mei 2025 | 17:39 WIB
Selasa, 11 Maret 2025 | 06:00 WIB
Jumat, 7 Maret 2025 | 18:22 WIB
Kamis, 6 Februari 2025 | 19:25 WIB
Kamis, 6 Februari 2025 | 19:06 WIB
Sabtu, 1 Februari 2025 | 06:00 WIB
Jumat, 31 Januari 2025 | 10:26 WIB
Jumat, 31 Januari 2025 | 09:49 WIB
Minggu, 17 Maret 2024 | 21:25 WIB
Minggu, 28 Januari 2024 | 21:07 WIB
Minggu, 22 Oktober 2023 | 17:22 WIB
Jumat, 1 September 2023 | 13:55 WIB
Kamis, 31 Agustus 2023 | 16:11 WIB
Jumat, 25 Agustus 2023 | 18:23 WIB
Kamis, 24 Agustus 2023 | 13:44 WIB
Kamis, 22 Juni 2023 | 20:56 WIB
Kamis, 22 Juni 2023 | 08:46 WIB
Kamis, 22 Juni 2023 | 08:18 WIB