Presiden: Jangan Uninstall Bukalapak
Jakarta NAWACITA - Gerakan #UninstallBukalapak yang ramai beredar di media sosial dalam dua hari terakhir, berdampak fatal. Rating aplikasi belanja online tersebut terjung bebas di App Store (Apple) pada hari Sabtu (16/2), dari semula 4.3 bintang pada Jumat (15/2) sore menjadi 3.2 bintang.
Para pengguna aplikasi Bukalapak banyak yang kesal dengan cuitan Bos Bukalapak Achmad Zaky, yang menyebut bahwa dirinya berharap presiden baru. Cuitan tersebut kini telah dihapus.
Sekedar diketahui, Gerakan #UninstallBukalapak muncul setelah Achmad Zaky mencuit mengenai besaran dana riset Indonesia yang jauh tertinggal di banding negara-negara lain, termasuk Malaysia dan Singapura. Zaky pun menyebut dirinya berharap "presiden baru" bisa mengubah hal tersebut.
Selain menurunkan rating, para pengguna aplikasi Bukalapak juga menuangkan kekesalan terhadap Achmad Zaky dalam kolom testimoni. Seperti yang dilakukan LouisLioAndriano. Dalam kolom subyek, ia menyatakan CEO Bukalapak kurang menghargai orang lain.
Aplikasi sudah bermuatan politik kebencian. CEO salah satu anggota penyebar HOAX," tulis LouisLioAndriano.
Beberapa pengguna lainnya juga mengomentari data yang digunakan Achmad Zaky dalam cuitannya bukan data terbaru, seperti yang diungkapkan aufavanjava sekitar 10 jam lalu.
"Mbok mikir dulu Mas Zaky sebelum ngetweet. Katanya CEO kok memposting data basi untuk jatuhin Presiden, pendukung koalisi HOAX sih," tulisnya.
Penurunan rating Bukalapak juga terjadi di Google Play Store meski tak seektrem di App Store. Kemarin, Bukalapak masih mendapat rating 4.4 bintang dan pada siang ini turun menjadi 4.3 bintang. Komplain serupa juga bisa ditemukan dalam rating aplikasi dengan beberapa di antaranya dibumbui humor.
"Semoga Presiden baru bisa mengubah menjadi lima bintang," tulis Harsaputra Ariaprana dan pengguna lainnya.
Sementara, Zaky sendiri telah meminta maaf secara langsung kepada Jokowi di Istana Merdeka, Sabtu (16/2).
"Secara pribadi saya sampaikan maaf kepada Bapak dan luruskan juga yang kemarin. Terus selanjutnya saya apresiasi tadi kita diskusi banyak mengenai rancangan pemerintah untuk membuat Indonesia maju," ungkap Zaky kepada awak media.
Ia mengatakan, dalam pertemuan dengan Jokowi, Presiden meminta agar masyarakat tidak serta merta meng-uninstall aplikasi Bukalapak.
Hal itu juga diakui oleh Jokowi yang menegaskan untuk tidak meng-uninstall aplikasi belanja online tersebut.
"Kita harus bijak dalam bersikap, matang bersikap dalam setiap peristiwa apapun. Sebab itu saya ajak hari ini untuk hentikan, untuk stop uninstall Bukalapak. Stop. Karena kita harus dorong. Anak-anak muda yang memiliki inovasi dan kreativitas untuk maju," Kata Jokowi usai bertemu Zaky di Istana Merdeka, Jakarta Sabtu(16/2).
Sementara Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki menyatakan bahwa Presiden Jokowi tak marah atas cuitan Ahmad Zaky. Namun Teten hanya menyayangkan Achmad Zaky menggunakan data dari Wikipedia untuk cuitannya. Padahal, data anggaran riset dan pengembangan yang dikutip Wikipedia tidak menghadirkan perbandingan anggaran dari berbagai negara pada tahun yang sama.