Kamis, 4 Juni 2026

Wanita 350 Kg di Palangkaraya ke RS Naik Forklift

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Selasa, 8 Januari 2019 | 12:17 WIB
Palangkaraya NAWACITA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dipusingkan dengan pengobatan salah seorang warganya yang mempunyai kelebihan berat badan. Titi Wati, wanita berusia 37 tahun warga Palangkarayan Kalteng ini memiliki berat badan 350 kilogram.

Tak hanya masalah pengobatan di rumah sakit, teknis untuk membawa Titi ddari rumahnya menuju RS pun menjadi persoalan rumit, mengingat bebannya di luar kewajaran.

Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) dr Suyuti Syamsul mengatakan, untuk mengangkat Titi, rencananya Pemprov Kalteng menggunakan truk forklift.

"Tadi kami sempat membahas berbagai kemungkinan, salah satunya menggunakan forklift yang ada di Dinkes Provinsi," kata dr Suyuti, dikutip dari detik.com, Selasa (8/1).

Menurut dr Suyuti, hal itu merupakan bagian dari kesepakatan rapat Pemprov. Rapat diikuti dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Kesehatan Sosial Kalimantan Tengah, RSUD dr Doris Sylvanus dan Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya.

"Saya juga tadi meminta Pemerintah Kota untuk menghubungi Damkar dan PUPR Kota kalau diperlukan," ujar dr Suyuti.

Masih ada masalah lagi, bagaimana Titi bisa keluar dari rumah. Karena pintu rumah tidak memungkinkan menjadi jalan keluar badan sebesar Titi.

Menurut Suyuti, pihaknya akan meminta izin ke pemilik rumah untuk membongkar dinding. Sebab, Titi tidak bisa dikeluarkan lewat pintu lagi.

"Selain itu, diperlukan izin dari pemilik rumah kontrakan karena kemungkinan kita akan membuka jendela dan kusen agar pasien bisa dikeluarkan untuk dibawa ke RSUD Doris Sylvanus," pungkas dr Suyuti.

Ternyata tak sampai disitu. Rumah sakit se-Kalimantan Tengah (Kalteng) tidak ada yang bisa menangani obesitas Titi Wati yang memiliki berat 350 kg. Pemprov Kalteng sedang putar otak untuk menolong warganya itu.

"Rumah sakit terbesar di provinsi itu tidak punya ahli gizi," kata dr Suyuti.

Untuk menangani obesitas Titi juga dibutuhkan dua dokter ahli lain, yaitu endokrin yang membidangi hormon dan ahli bedah obesitas. Lagi-lagi, dua dokter ahli itu tidak ada yang bertugas di rumah sakit se-Kaltim.

"Belum lagi sarana rumah sakit yang memadai untuk melakukan perawatan seperti itu," ujar Suyuti.

Untuk mendapatkan diagnosis pasti, perlu langkah evakuasi ke rumah sakit. Namun lagi-lagi mengevakuasi Titi bukan perkara mudah karena badannya sudah melebar.

"Untuk evakuasi ke rumah sakit, harus membongkar pintu atau lewat jendela. Itu pun kalau diizinkan keluarga," kata Suyuti.

Kalau harus dirujuk ke rumah sakit ke luar Kalteng, harus dipikirkan pula bagaimana teknis penanganannya.

"Kami masih berkoordinasi dan melakukan langkah-langkah menangani kasus ini," pungkas Suyuti.

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Mensos Risma Bantu Pengobatan 2 Warga Lampung

Kamis, 22 Juni 2023 | 20:56 WIB