"Bagi sebagian maskapai, kenaikan tarif hingga 30 persen ini bukan sekadar upaya mencari untung, melainkan mekanisme bertahan hidup (survival mode) di tengah krisis. Jika Anda berencana terbang dalam satu atau dua bulan ke depan, segera amankan tiket Anda sekarang," saran Merkert.
Namun, bagi mereka yang merencanakan perjalanan untuk bulan September atau akhir tahun, Merkert menyarankan untuk memantau situasi secara intensif dalam dua minggu ke depan sebelum memutuskan pembelian, guna melihat apakah ada de-eskalasi konflik yang bisa meredam harga minyak.
Pergeseran Tren: Wisata Regional Jadi Pilihan Utama
Data terbaru dari situs pemesanan WebJet menunjukkan adanya perubahan perilaku konsumen yang signifikan. Menghadapi tiket internasional yang kian mahal, banyak pelancong mulai mengalihkan fokus mereka.
- Destinasi Domestik: Peningkatan pencarian tiket untuk perjalanan di dalam negeri guna menekan biaya logistik.
- Destinasi Regional: Negara-negara di kawasan Asia-Pasifik kini menjadi favorit baru bagi wisatawan yang tetap ingin ke luar negeri namun dengan biaya penerbangan yang masih terjangkau.
Dengan ketidakpastian yang masih menyelimuti wilayah Timur Tengah, harga tiket pesawat diprediksi akan tetap berada di level tinggi setidaknya hingga pertengahan tahun 2026.
Artikel Terkait
Antisipasi Panic Buying, DPR RI Desak Pemerintah Perjelas Cadangan BBM Nasional
Wali Kota Bekasi Minta Tangan Dingin KDM Tuntaskan Sengketa Aset Perbatasan
Peringatan HUT ke 29 Kota Bekasi, Sinergi Eksekutif-Legislatif Menuju Metropolitan yang Keren dan Nyaman
Kado HUT ke 29, Gubernur Jabar Restui Pembangunan Lapangan Olahraga Kedua di Pondok Gede
Mengenal Sosok Idi Susanto, Arsitek di Balik Transformasi Infrastruktur dan Kendali Banjir Kota Bekasi