hukum

DNA 15 Fragmen Tulang Cocok dengan Ibu Korban, Jenazah Ibu dan Anak Madiun Diserahkan ke Keluarga

Rabu, 4 November 2026 | 15:34 WIB
Hasil Tes DNA Ungkap Identitas Fragmen Tulang, Jenazah Ibu dan Anak Madiun Dibawa Pulang

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM - Misteri identitas 15 fragmen tulang yang ditemukan dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun akhirnya terungkap. Hasil pemeriksaan forensik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Timur (Jatim) memastikan seluruh fragmen tersebut merupakan tulang manusia dengan hasil pencocokan DNA identik dengan sampel darah ibu korban.

Kepastian itu disampaikan Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol Wahono Edi Prastowo saat proses penyerahan jenazah Dini Hardianti (30) dan anaknya, Ashaka Ghava El Fae zya (4), kepada keluarga di RS Bhayangkara Polda Jatim, Rabu (4/11/2026).

Wahono menjelaskan, pemeriksaan dilakukan melalui identifikasi forensik terhadap 15 fragmen tulang, kemudian dilanjutkan dengan uji DNA. Sampel darah ibu korban, Hartik, digunakan sebagai pembanding untuk memastikan identitas.

“Sudah kita identifikasi bahwa itu adalah tulang manusia. Kemudian kita sudah lakukan pembandingan dengan DNA. Sebagai pembanding, kita mengambil darah dari ibu korban. Hasilnya identik,” ujar Wahono.

Meski identitas melalui pemeriksaan DNA telah dipastikan, tim forensik masih menghadapi kesulitan untuk mengidentifikasi secara rinci bagian tubuh asal setiap fragmen.

Menurut Wahono, kondisi tulang yang sudah berupa serpihan berukuran kecil membuat pemeriksaan anatomi tidak mudah dilakukan. Dari 15 fragmen yang diperiksa, salah satunya masih dapat dikenali sebagai bagian dari tulang panggul.

“Kalau merincikan 15 fragmen itu sangat sulit karena posisinya kecil-kecil. Ada salah satu bagian tulang yang dari bentuk anatominya termasuk tulang panggul. Namun, untuk yang lain, kita akan sulit membedakannya karena sudah menjadi fragmen kecil-kecil,” jelasnya.

Wahono juga menyampaikan bahwa fragmen tulang tersebut berasal dari dua orang manusia. Hasil pemeriksaan itu menjadi bagian penting dalam proses identifikasi korban pembunuhan yang ditangani penyidik.

Dua Peti Putih, Akhir Penantian Keluarga

Di balik kepastian hasil pemeriksaan forensik tersebut, suasana haru menyelimuti ruang persemayaman RS Bhayangkara Polda Jatim.

Dua peti jenazah berwarna putih berdiri berdampingan. Foto Dini dan Ashaka terpasang di atas masing-masing peti. Nama ibu dan anak yang menjadi korban pembunuhan itu tertulis di bagian peti.

Hartik, ibu korban, tampak berdiri di samping peti dengan wajah terpukul. Tatapannya tertuju pada jenazah anak dan cucunya yang selama ini dinantikan kepastiannya.

Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol Wahono Edi Prastowo turut mendampingi keluarga dan memberikan dukungan moril. Dalam kesempatan tersebut, Wahono juga menyerahkan dokumen kepada pihak keluarga sebagai bagian dari proses penyerahan jenazah.

Saudara korban, Mia, terlihat menggandeng Hartik untuk meninggalkan ruang persemayaman. Keduanya kemudian mengantarkan dua peti jenazah menuju mobil ambulans untuk dibawa ke tempat pemakaman.

Penyerahan jenazah tersebut sekaligus menjadi akhir dari proses penantian keluarga untuk mendapatkan kepastian identitas korban. Namun, bagi Hartik dan keluarga, kepastian itu harus diterima bersama kenyataan pahit kehilangan dua orang yang mereka cintai.

Halaman:

Tags

Terkini