NAWACITAPOST.COM - Kasus pelecehan seksual yang menyeret nama Ketua DPD PSI Jakarta Barat, Anthony Norman Lianto, terus berlanjut di tingkat hukum.
Korban yang diidentifikasi sebagai W (29 tahun) telah melaporkan insiden tersebut ke Polda Metro Jaya sejak Januari.
Tie Saranani, yang pertama kali mengungkap kasus ini melalui akun TikTok-nya @B35TIE, mengonfirmasi bahwa laporan tersebut telah disampaikan ke pihak berwenang sejak awal tahun.
Baca Juga: Kesal! Bambang Haryo hadiri undangan Bawaslu Surabaya, sebut salah satu Pengurus Gerindra
Dalam pengakuannya, perempuan yang juga mengaku relawan PSI ini mengatakan dirinya telah menjadi korban dalam pecehan tersebut.
"Kenal (terduga pelaku). Dia Ketua PSI Jakarta Barat,” kata W dalam podcast yang diunggah akun TikTok @B35TIE, dikutip Selasa (26/3).
Proses pemeriksaan mengalami penundaan karena adanya agenda Pemilu, mengingat Norman adalah calon legislatif dari PSI untuk DPRD DKI Jakarta.
Baca Juga: Gawat! Tiga Caleg Terpilih Gerindra Dipanggil Bawaslu Surabaya
Baru-baru ini, setelah penundaan tersebut, Polda Metro Jaya mulai melakukan pemeriksaan atas dugaan kasus pelecehan seksual tersebut. "Saat ini dalam proses pemeriksaan saksi," ujar Saranani.
Meskipun belum ada rincian lebih lanjut terkait proses penyelidikan, korban telah mendapat pendampingan hukum dari YLBH Permata.
Ketua DPW PSI DKI Jakarta, Elva Farhi Qolbina, membenarkan bahwa korban yang diduga menjadi korban kekerasan seksual adalah kader PSI. "Korban merupakan anggota baru yang bergabung sejak Desember 2023," ungkapnya.
Baca Juga: Internal PKB Akui Laporan AMI terkait Dugaan Oknum Caleg Menggunakan Ijazah SMP
Elva menegaskan bahwa PSI mendukung penuh korban dalam menghadapi proses hukum ini.
"Iya udah dilaporkan di Polda Metro Jaya sejak Januari," ujarnya dikutip dari beberapa media, Selasa (26/3).
"Kami mengapresiasi keberanian korban untuk melaporkan dan mengungkapkan pengalaman korban," ungkapnya.