Jumat, 5 Juni 2026

Terkait RHL di Rokan IV Koto Rohul, Kepala Kantor BPDASHL-INR Tak Mau Dikonfirmasi

Photo Author
Fahrin, Nawacita Post
- Rabu, 27 Juli 2022 | 12:42 WIB

RIAU -NAWACITAPOST.COM – Terkai Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Luncurkan dana sebesar kurang lebih hampir Rp 30 Miliar dalam rangka mensukseskan Program Prioritas Presiden RI Joko Widodo untuk Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) menanam berbagai pohon diwilayah berbukitan-gunung sehingga tidak longsor atau Erosi juga untuk kesejahteraan masyarakat, belum ada para pihak yang memberikan jawaban kepada media ini, dinilai ditutup-tutupi.

Hal ini sesuai saat dijumpai di kantor Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Indragiri Rokan (BPDASHL-INR), Direktorat Jendral (Dirjen),KLHK RI yang beralamat Marpoyan Kota Pekanbaru, Selasa dan Rabu (27-27/7/22) Kepala Kantornya dinas keluar daerah, hanya Satpam dan PLT KTU yang bisa menjumpai awak media dan masyarakat, namun ia tidak mengetahui tentang Proyek RHL di Rokan IV Koto itu.

"Pimpinan ada kerja di Dumai, Pelalawan, Sumbar dalam Minggu ini, Bidang yang membidangi RHL juga dinas keluar, Biasanya hari Senin atau hari Selasa yang bisa, namun kedatangan Bapak2 ini, nanti saya sampaikan ke baliau Bapak Kepala," kata PLT KTU BPDASHL-INR Yanti.

Salah seorang warga Rokan IV Koto yang punya lahan di Proyek RHL dana APBN tahun 2019-2021 itu, mangaku kesal, dan menduga menyia-nyiakan keuangan Negara Indonesia yang besarannya fantastis sampai Rp 30 Miliar kurang lebih.

"Lebih bagus uang itu dibagikan kepada masyarakat tidak mampu yang terdampak ekonominya selama Pandemi Covid-19 Covid-19 ini, kita berharap, proyek RHL kampung kami itu, Kepala kantor BPDASHL-INR menyampaikan secara tranparansi, apa sudah menjadi kesejahteraan masyarakat ? Apa tanaman Pohon, Matoa, Jengkol, Pete Serai itu hidup setelah sudah ditanam di dilakukan pemeliharaan hingga proyek itu di PHO dan dan dananya dicairkan dari Kas Negara ?," tegas warga yang enggan disebutkan namanya itu ditulis dimedia ini.

"Jangan lahan hutan nya dijadikan manfaat, jadikan untuk kesejahteraan masyarakat sesuai visi misi presiden. Kami akan laporkan ke KPK hal ini," tegasnya lagi.

Program RHL tersebut Anggaran APBN Tahun 2019-2021 RHL Hutan Bukit di beberapa Desa di Wilayah Kecamatan Rokan IV Koto, diduga gagal, diduga sarat korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus turun ke Rohul, sepertinya dinilai Aparat Penegak Hukum di Riau Tak Sanggup Menelisik-Melidik Dugaan kerugian keuangan negara di Proyek Nasional tersebut.

Proyek penanaman pohon dikerjakan PT Inhutani IV anak Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dengan Pengawasan
Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Indragiri Rokan (BPDASHL-INR), Direktorat Jendral (Dirjen),Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI) bersama dengan pemangku kawasan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Suligi Batu Gajah.

Demikian hasil penelusuran Media ini bersama salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat beberapa bulan ini, sembari mengambil foto, Vidio lokasi penanaman pohon tersebut.

Terlihat ada satu-dua- puluhan pohon tersebut ditanam dari pinggir jalan namun ada yang sudah mati, seperti tidak ada pemeliharaan, ada pembiaran begitu saja.

Adapun yang ditanam itu, Tanaman Pokok (Petai, Jengkol, Durian, Matoa, Karet, Duku, Kayu Putih) dan Tanaman sela (Serai Wangi dan Kopi). Untuk tanaman sela ditanam dengan komposisi 25 persen dari tanaman pokok. Penanaman menggunakan pola Agrofonestry dengan jumlah tanaman sebanyak 400 pokok/hektar.

Dijelaskan masyarakat yang enggan disebutkan namanya, lokasi programnya penghijauan RLH itu, untuk paket II, di blok IV Koto Ruang 300 hektar, blok II Cimpang Kiri Hilir 300 hektar, blok III Cimpang Kiri Hilir 300 hektar, blok IV Cimpang Kiri Hilir 300 hektar. Paket V blok Cimpang Kiri dan Kanan 200 hektar, blok Cimpang Kanan 300 hektar dan blok I Cimpang Kiri 300 hektar.

Baca juga : Kejari Pontianak Musnahkan Barang Bukti dari 150 Perkara
“KPK dari Jakarta baru bisa terungkap, kalau ada yang laporkan pun itu pak, saya tak yakin bisa diungkap dugaan kerugian negara pada proyek RHL di Kecamatan Rokan IV Koto tersebut,” kata Warga bercerita Sabtu (16/7/2022).

Hingga berita ini ditayang, para pihak belum ada yang bisa dikonfirmasi. Media ini akan terus berupaya untuk melakukan karilifikasi, wawancara dan secara surat.
Berita bersambung.

Editor Fahrin Waruwu

Editor: Fahrin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini