Dalam memberikan penguatan, Itjen Kemenkumham menghadirkan beberapa keynote speaker yang merupakan jajaran pimpinan Itjen Kemenkumham diantaranya Inspektur Wilayah VI, Marasidin Sire, Inpsektur Wilayah V, Budi Ateh, Inspektur Wilayah IV, Luluk, Inspektur Wilayah III, Khairuddin, Inspektur Wilayah II, Icon dan Inspektur Wilayah I, Ahmad Rifai.
Inspektur Jenderal, Irjen, Razilu dalam pengarahannya menyampaikan 7 strategi penting yang menjadi perhatian serius bagi satker yang diusulkan WBK/WBBM dalam menghadapi TPN, yakni Tingkatkan Komitmen dan Konsistensi, Luruskan Kesadaran, Tingkatkan Pemahaman, Tambahkan Inovasi, Pastikan Tidak ada berita negatif yang viral, Lakukan Evaluasi dan waspadai mystery shopper serta berdoa.
Baca Juga : Kadivim Buka Sosialisasi Penegakan Hukum dan Keimigrasian, Permenkumham No. 27 Tahun 2021
Berdasarkan data yang diperoleh, sebanyak 477 satker di lingkungan Kemenkumham yang diusulkan ke TPN untuk menjadi satker berpredikat WBK/WBBM dari total 755 satker yang diusulkan tahun 2021.
Beliau berharap, sekiranya ditahun 2021 ada keterwakilan satuan kerja di Lingkungan Kemenkumham yang berhasil menggondol predikat WBK/WBBM.
Baca Juga : Meriahkan HUT RI Ke-76, Kadivpas Undang Gurbernur Bengkulu
Bersama Satker lainnya diusulkan ke TPN, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Papua Barat yang terdiri dari Penanggung Jawab, Koordinator dan Anggota Pokja juga turut hadir menyaksikan kegiatan tersebut secara virtual via zoom dari Aula II maupun dari tempat terpisah.
Untuk Lingkungan Kanwil Kemenkumham Papua Barat, ada 3 satker yang diusulkan ke TPN dari total 7 satker yang diusulkan, diantaranya Kanwil Kemenkumham Papua Barat diusulkan menuju WBK, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sorong dan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI.
-
(Emrick)