Jakarta, NAWACITAPOST - Kebutuhan oksigen medis melonjak seiring naiknya kasus baru Covid-19. Bahkan di beberapa daerah dilaporkan terjadi kelangkaan oksigen. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan mengancam oknum yang memainkan harga obat-obatan maupun tabung oksigen.
Setelah sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui krisis oksigen disebabkan rantai distribusi yang belum optimal.
“Kami menyadari ada isu terkait distribusi. Karena memang di Jawa Tengah adalah daerah paling sedikit produksi oksigennya, paling banyak di Jawa Barat dan Jawa Timur, jadi kita harus ada logistik yang disalurkan ke sana,” katanya saat konferensi pers, Senin (05/07/2021).
Lain hal, Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat ini menemukan dan mengidentifikasi oknum yang bermain curang dalam kasus ini.
Menanggapi hal itu Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS menyatakan bahwa Luhut mesti tegas menjalani ultimatumnya jika harga obat-obatan dan oksigen masih tinggi di pasaran.
Fernando menjelaskan, untuk mengatasi kelangkaan alat medis dan oksigen Luhut bisa berkordinasi dengan Kapolri Listyo Sigit dalam memuluskan ultimatumnya itu.
"Sebaiknya Luhut memerintahkan Kapolri Listyo Sigit untuk melakukan sweeping ke gudang tertentu," kata Fernando kepada media, Selasa (06/07/2021).
Seperti diketahui, Luhut mengultimatum harga obat atau tabung oksigen harus normal kembali paling lambat Rabu (07/07/2021).
Kabareskrim Langsung Bergerak Polri harus tanggap untuk menyidak gudang perusahaan, distributor, sampai pedagang tabung oksigen. Jangan ditunda dan menunggu beberapa hari kemudian, sebab beberapa hari terakhir ini sejumlah rumah sakit sudah melaporkan mulai kehabisan tabung oksigen.
Tercatat pada hari senin, 05 Juli 2021 Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi Dokter Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Mahesa Paranadipa Maikel telah menyampaikan bahwa Jabodetabek kehabisan oksigen medis sudah hampir dua minggu.
Editor: Reski kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Rabu, 22 Juli 2026 | 14:41 WIB
Rabu, 22 Juli 2026 | 13:05 WIB
Selasa, 21 Juli 2026 | 21:02 WIB
Senin, 20 Juli 2026 | 21:07 WIB
Jumat, 17 Juli 2026 | 16:25 WIB
Rabu, 15 Juli 2026 | 19:19 WIB
Selasa, 14 Juli 2026 | 09:58 WIB
Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:39 WIB
Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:22 WIB
Rabu, 8 Juli 2026 | 15:51 WIB
Rabu, 8 Juli 2026 | 15:50 WIB
Rabu, 8 Juli 2026 | 11:51 WIB
Selasa, 7 Juli 2026 | 19:44 WIB
Senin, 6 Juli 2026 | 19:39 WIB
Minggu, 5 Juli 2026 | 20:11 WIB
Minggu, 5 Juli 2026 | 13:05 WIB
Jumat, 3 Juli 2026 | 10:43 WIB
Jumat, 3 Juli 2026 | 07:48 WIB
Rabu, 1 Juli 2026 | 21:57 WIB
Rabu, 1 Juli 2026 | 08:31 WIB