Jumat, 5 Juni 2026

WNA Langgar Aturan Saat Nyepi, Imigrasi Ngurah Rai Lakukan Pengamanan

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Kamis, 14 Maret 2024 | 08:58 WIB
Imigrasi Ngurah Rai Lakukan Pengamanan di Hari Nyepi (Dok.Humas Imigrasi Ngurah Rai)
Imigrasi Ngurah Rai Lakukan Pengamanan di Hari Nyepi (Dok.Humas Imigrasi Ngurah Rai)

NAWACITAPOST.COM - Nyepi tahun caka 1946 di Bali masih terdapat WNA yang melakukan pelanggaran, Imigrasi Ngurah Rai dengan sigap merespon laporan terhadap orang asing yang melanggar peraturan peaksanaan Hari Raya Nyepi.

Imigrasi Nguruah Rai telah menangani 3 (tiga) kejadian WNA yang melanggar ketertiban umum saat Nyepi di daerah Kuta Selatan.

Yang pertama, seorang Warga Negara Asing (WNA) perempuan berinisial MB dari Rusia dilaporkan mengganggu ketertiban umum saat pelaksanaan Nyepi.

Baca Juga: Imigrasi Ngurah Rai Terima Kunjungan Tim Monev Satgas Saber Pungli

Tim Intedakim Imigrasi Ngurah Rai, bersama dengan Pecalang setempat, segera bertindak dengan mendatangi Polsek Kuta Selatan, tempat MB telah diperiksa.

Tim Intedakim melakukan pemeriksaan dokumen perjalanan terhadap MB. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui MB berkewarganegaraan Rusia berusia 51 tahun, terakhir masuk melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tanggal 12 Oktober 2023 dengan Visa Kunjungan Saat Kedatangan (Visa on Arrival) yang berlaku sampai 10 November 2023. Dari haril pemeriksaan tersebut, yang bersangkutan sudah overstay lebih dari 60 hari.  

Polsek Kuta Selatan menyerahkan MB kepada tim Inteldakim Imigrasi Ngurah Rai untuk dibawa ke Rumah Detensi Imigrasi Denpasar guna pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Imigrasi Ngurah Rai Terima Kunjungan Tim Monev Satgas Saber Pungli

 Selain kasus MB, ditemukan pula WNA lainnya yang melanggar ketertiban umum selama pelaksanaan Nyepi. Kali ini seorang laki-laki ditemukan di Jl. Raya Uluwatu, Kuta Selatan, sedang berada di jalanan saat Nyepi.

Pecalang setempat berhasil mengamankan WNA tersebut. Tim inteldakim mencoba melakukan pemeriksaan.

Namun yang bersangkutan tidak bisa diajak berkomunikasi, diduga karena mengalami depresi. Sehingga tim tidak bisa mendapatkan identitas yang bersangkuran dan juga infomasi lainnya.

Baca Juga: Imigrasi Ngurah Rai Kembali Buka Layanan Paspor Simpatik, Solusi Urus Paspor

Selanjutnya, tim Inteldakim Imigrasi Ngurah Rai bersama dengan Pecalang membawa WNA tersebut ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah,  Sanglah untuk pemeriksaan medis dan pemberian pengobatan yang diperlukan.

Kejadian terakhir masih sama di daerah Kuta Selatan tepatnya di Jalan Uluwatu dekat pintu masuk taman Penta Jimbaran.

Halaman:

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini