"Jangan biarkan kasus ini hanya berhenti pada pemeriksaan tersangka bawahan. Jika akar masalah ada di tingkat pimpinan tertinggi, Kejagung wajib berani menindak tanpa pandang bulu. Uang rakyat harus kembali, dan siapa pun yang terlibat harus bertanggung jawab di pengadilan!" tegas Agus Halawa berapi-api.
Keheningan di Balik Kursi Kekuasaan
Hingga berita ini diturunkan, atmosfer di Balai Kota Padangsidimpuan mendadak senyap. Belum ada tanggapan resmi dari Walikota maupun Humas Pemkot terkait bukti pertemuan rahasia tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media sejak kemarin hanya membentur dinding bisu.
Baca Juga: Menatap Reruntuhan Sekolah, Menggugat Gurita Korupsi di Dinas Pendidikan Padangsidimpuan
Di sisi lain, pihak Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan memilih bergerak dalam senyap, menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam dan menunggu komando serta arahan langsung dari Kejagung RI.
Publik kini menunggu: Akankah hukum berani menyentuh sang "Letnan", ataukah skandal dapur MBG ini akan menguap begitu saja?(Lesmanan.H)
Artikel Terkait
Geledek dari Selatan: Tokoh Besar Laimbonga Gabung Hanura, Peta Politik Sumba Timur Bergetar!
Badai Ekonomi Mengincar, Metland Gebrak Pasar: "Metland Blanjaproperti 2026" Jadi Juru Selamat Pemburu Hunian Impian!
Raih Predikat Sempurna (A), Komisaris Utama MNI Beesokhi Ndruru Sah Sandang Gelar Magister Hukum!
Skandal Dana Bencana Padangsidimpuan: Opini WTP BPK Diduga Jadi 'Tameng' Perampokan Hak Korban Banjir!
Rapat Paripurna APBD Padangsidimpuan 2025: Klaim Transparan atau Tameng Penutup Korupsi?