NAWACITApost.com - Gangguan Kecemasan Sosial (GKS), juga dikenal sebagai fobia sosial, adalah kondisi mental di mana seseorang mengalami kecemasan yang berlebihan dan takut terhadap situasi sosial atau kinerja di depan orang lain.
Orang dengan GKS sering merasa khawatir akan dihakimi, diejek, atau malu di hadapan orang lain, sehingga mereka cenderung menghindari situasi sosial atau mengalaminya dengan ketegangan yang signifikan.
Penyebab
Penyebab GKS tidak dapat disebutkan dengan pasti, karena melibatkan faktor-faktor yang kompleks, termasuk kombinasi faktor genetik, lingkungan, dan pengalaman hidup individu. Beberapa faktor yang dapat memengaruhi terjadinya GKS antara lain:
Faktor Genetik: Ada kemungkinan adanya faktor genetik yang membuat seseorang lebih rentan terhadap GKS jika ada riwayat keluarga dengan gangguan kecemasan serupa.
Faktor Lingkungan: Pengalaman traumatis, seperti penghinaan, pelecehan, atau bullying di masa lalu, serta lingkungan yang otoriter atau overprotective dapat berkontribusi pada timbulnya GKS.
Faktor Biologis: Ketidakseimbangan kimia otak, seperti neurotransmiter serotonin, dapat berperan dalam perkembangan GKS.
Faktor Sosial dan Kultural: Norma sosial yang ketat atau tekanan untuk tampil sempurna dalam masyarakat tertentu dapat memengaruhi terjadinya GKS.
Gejala GKS dapat bervariasi pada setiap individu, namun beberapa gejala umum yang mungkin terjadi meliputi:
Ketakutan berlebihan dan kecemasan yang terjadi saat berada di situasi sosial atau dalam sorotan orang lain.
Kekhawatiran yang berlebihan akan dihakimi, diejek, atau dicemooh oleh orang lain.
Ketegangan yang signifikan dan seringkali mengganggu dalam situasi sosial, seperti berbicara di depan umum, makan di hadapan orang lain, atau berinteraksi dalam kelompok.
Menghindari situasi sosial atau mengalami dengan penuh ketakutan.
Mengalami gejala fisik seperti keringat berlebihan, gemetar, detak jantung yang cepat, mual, atau kesulitan bernapas ketika berada dalam situasi sosial yang menekan.