NAWACITApost.com - Halitosis atau bau mulut adalah kondisi bau atau odor yang tidak disukai sewaktu terhembus udara, tanpa melihat apakah substansi odor berasal dari oral ataupun berasal dari non-oral.
Kondisi mulut yang memicu terjadi bau mulut ialah kurangnya aliran saliva, meningkatnya bakteri gram negatif Anaerob, meningkatnya jumlah protein makanan, pH rongga mulut yang lebih bersifat alkali / basa dan meningkatnya jumlah sel-sel mati dan sel epitel Nekrotik didalam mulut.
Halitosis / bau mulut yang tidak sedap yang dapat disebabkan karena adanya Volatile Sulfur Compounds (VSCs). Volatile Sulfur Compounds adalah hasil produksi dari aktifitas bakteri anaerob di dalam mulut yang menghasilkan senyawa berupa sulfur yang mudah menguap dan berbau tidak enak. Umumnya kontrol plak dilakukan secara mekanis seperti menyikat gigi dan Dental Flossing.
Penyebab
1. Makanan atau Minuman
Makanan dengan bau yang kuat dapat menyebabkan bau mulut seperti bawang merah, bawang putih, keju, ikan, dan makanan pedas. Makanan-makanan tersebut mengandung zat berbau yang terserap saluran pencernaan, masuk ke aliran darah, dan keluar bersama napas.
2. Kebersihan Mulut yang Tidak Terjaga
Kebiasaan jarang menyikat gigi, terutama pada seseorang yang menggunakan gigi palsu atau kawat gigi, dapat menyebabkan sisa makanan dalam mulut membusuk atau membentuk plak gigi. Kondisi tersebut membuat napas menjadi bau.
3. Pola Makan
Pola makan yang rendah karbohidrat dapat menimbulkan bau mulut. Ketika kekurangan karbohidrat sebagai sumber energi dalam tubuh maka tubuh akan membakar lemak untuk memperoleh energi. Proses tersebut dapat menimbulkan aroma napas yang asam dari mulut.
4. Infeksi pada Mulut
Beberapa kondisi seperti gigi berlubang, radang gusi (Gingivitis), sariawan dapat menimbulkan bau mulut. Selain itu luka bekas bedah di mulut maupun gigi palsu yang longgar maupun tidak terpasang dengan baik, juga dapat menyebabkan infeksi yang menimbulkan bau mulut.
5. Mulut Kering
Ketika keadaan mulut kering seperti kurang minum, produksi air liur berkurang. Mengakibatkan bakteri dan sisa makanan lebih mudah menumpuk dan menimbulkan bau mulut.
6. Kebiasaan Merokok dan Mengonsumsi Minuman Beralkohol
Merokok, mengonsumsi minum-minuman beralkohol membuat mulut kering sehingga mudah bau, juga tembakau pada rokok meninggalkan zat yang mengendap di mulut sehingga aroma menjadi tidak sedap.
7. Kondisi Kesehatan
Seseorang mengalami penyakit tertentu seperti sakit tenggorokan, flu, amandel, penyakit asam lambung, dan sinusitis.
8. Obat-obatan
Obat-obatan tertentu seperti diueretik, antidepresan, antihistamin menimbulkan efek yaitu mulut kering yang menyebabkan bau mulut.
9. Kehamilan
Pada saat hamil mengalami mual, muntah adalah merupakan penyebab bau mulut, juga dapat terjadi akibat perubahan hormon.
Cara Mengatasi Bau Mulut
1. Jika disebabkan infeksi / penyakit gigi dan mulut maka lakukan pengobatan dan perawatan gigi dan mulut.
2. Membiasakan mengunyah permen atau permen karet tanpa mengandung gula untuk meningkatkan produksi air liur. Kita ketahui bahwa air liur adalah obat kumur pembersih mulut alami dengan kandungan antibiotik yang dapat mengatasi jumlah bakteri mulut. Beberapa orang bahkan melakukannya dengan menghisap pipi atau lidahnya sendiri.
3. Jika produksi air liur menurun, pertahankan kelembaban mulut dengan meminum air delapan gelas perhari. Pertahankan air dalam mulut selama mungkin (minimum 20 detik) dan kumur sebentar sebelum dikeluarkan. Semakin lama air berada dalam mulut semakin baik.
4. Kekurangan vitamin C merupakan salah satu faktor penyebab bau mulut. Bagi para perokok dianjurkan untuk mengkonsumsi vitamin C secara rutin karena nikotin merusak kandungan vitamin C dalam tubuh. Bagi penderita bau mulut yang parah, lebih baik menghilangkan kebiasaan merokok.
5. Bersihkan gigi dan lidah menggunakan pasta gigi dengan baking soda.
6. Gunakan Water Pik (penyemprot air khusus gigi) yang dapat melepaskan sisa kotoran di sela-sela gigi.
7. Gunakan obat kumur yang mengandung bahan penetral bau mulut seperti Cetylperidinium Chloride (CPC), Zinc Chloride, atau Chlorhexidine.