NAWACITApost.com, Kuliner - Persaingan gerai kopi di Indonesia yang relatif tinggi menuntut mereka harus memiliki ciri khas tersendiri. Misalnya dalam penamaan produk, estetika gerai, layanan delivery, dan lain-lain.
Untuk menikmati seduhan kopi yang berbeda, anda bisa mencoba Kendi Ireng. Kedai kopi ini akan memberikan pengalaman minum kopi dengan cita rasa yang unik, khas dan tradisional. Pasalnya, proses sangrai kopi dilakukan dengan menggunakan kendi atau tembikar.
Kendi Ireng adalah sebuah brand kopi campuran atau house blend dengan rasio 50:50 dari 2 jenis biji kopi, yaitu arabica dan robusta. Biji kopi yang digunakan adalah pilihan terbaik dengan kualitas ekspor, grade 1 robusta Temanggung & arabica Aceh Gayo yang di roasting secara manual menggunakan kendi pada level medium to dark.
CEO Kendi Ireng Sandy Julius menuturkan, Kendi Ireng berawal dari ide dan gagasan 2 orang teman lama, yaitu dirinya dan Hendri Julian. Diawali saat acara reuni tempat kerja lama, Salsa Club yang kemudian Sandy berkunjung ke tempat Hendry yang memang sudah sejak lama menggeluti usaha kopi dan memiliki kedai kopi sendiri yaitu, Banua Kopi di Bekasi, Jawa Barat.
"Singkat cerita munculah ide untuk membangun unit usaha kopi baru dengan mengajak teman-teman Salsa Club untuk berinvestasi. "Kendi Ireng" nama usaha kopinya. Nama Kendi Ireng diambil dari proses sangrai dengan menggunakan kendi atau tembikar yang karena proses pembakaran terus menerus menyebabkan kendi menjadi hitam," kata Sandy, dikutip Senin (19/6/2023).
Sandy mengatakan, yang membedakan kopi Kendi Ireng dengan kopi lainnya adalah, biji kopi disangrai secara manual dengan menggunakan kendi. Dengan begitu, aroma kopi lebih wangi dan tidak mudah bau atau tengik saat penyimpanan lama.
"Crema yang dihasilkan lebih tebal. Cita rasa kopi Kendi Ireng lebih terasa khas dan unik, menciptakan rasa yang tak mudah untuk dilupakan. kata Sandy.
Adapun strategi ke depan untuk pengembangan usaha kopi Kendi Ireng, yaitu dengan membagun kemitraan, menjalin kerja sama dengan unit usaha lainnya yang memiliki mata rantai produk yang sama, seperti Coffee Shop, Bakery Shop, dll (B2B). Selain itu, kopi Kendi Ireng juga akan membangun strategi pemasaran B2C, baik melalui online maupun offline dalam bentuk penjualan produk kemasan kopi, dan produk siap minum/makan (RTD & RTE).
"Visi dan misi kami ingin menjadi brand kopi yang berpengaruh pada industri sejenis di area Jabodetabek pada khususnya, dan mampu menjangkau pasar nasional," kata Sandy.
Sandy juga mengajak masyarakat umum, khususnya lower market untuk minum kopi asli dengan kualitas yang baik di Kendi Ireng. Tentunya, dengan harga yang merakyat dan terjangkau. "Kopi nikmat nggak harus mahal," kata dia.