Jumat, 5 Juni 2026

Pengusaha di Jombang Tiap Bulan Berikan Insentif Guru Ngaji dan Santuni Anak Yatim

Photo Author
Teguh Nawacita, Nawacita Post
- Minggu, 29 September 2024 | 18:38 WIB
Santunan anak yatim di rumah Heri Purnomo ( foto istimewa)
Santunan anak yatim di rumah Heri Purnomo ( foto istimewa)

NAWACITAPOST.COM -Inilah yang diamalkan oleh sosok pengusaha asal Dusun Temon, Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Seseorang yang mengeluarkan shadaqah lantas di-sembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya.

Dia adalah Heri Purnomo, pengusaha pakan ikan lele yang secara istiqomah tiap bulan memberikan santunan kepada ratusan anak yatim dan dhuafa.

Baca Juga: Bukber dan Santunan Anak Yatim, Pimpinan DPRD Surabaya harap Keberkahan Kinerja

Bahkan, ia juga rutin tiap bulan memberikan uang operasional dan insentif kepada guru ngaji atau guru TPQ yang ada di Kota Santri ini.

“Santunan anak yatim, dhuafa dan guru ngaji, sebanyak 172 orang,” kata Ketua Panitia santunan Fatkhur Rohman saat ditemui, Minggu (29/9/2024).

“Ini setiap bulan, berupa dana untuk operasional ngaji, guru ngaji, operasional belajar anak yatim dan para dhuafa,” sambungnya.

Baca Juga: Komandan Puspomal Angkatan Laut Bersama Jalasenastri Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim

Kerabat Heri Purnomo ini membeber, anak yatim setiap bulan mendapat Rp 100 ribu, guru ngaji Rp 100 ribu, dhuafa Rp 50 ribu, kegiatan ni sudah berjalan selama 4 tahun lebih.

“Pak Heri tidak ada tendensi apa-apa, sifatnya silent baru kali ini berkumpul semua karena beliau ingin tahu siapa saja yang sudah disantuni, beliau tidak pernah tatap muka sama yang disantuni karena sudah diamanahkan kepanitia,” bebernya.

Sementara, Heru warga Dusun Temon mengungkapkan amal kebaikan yang dilakukan oleh pengusaha pakan ikan lele tersebut sudah berjalan bertahun-tahun.

Baca Juga: PWI Karawang Rutin tiap Bulan Ramadan Bagikan Santunan Anak Yatim Piatu Dhuafa.

“Iya pak, sudah bertahun-tahun, tapi beliau tidak mau dipublikasikan, njenengan tahu sendiri tadi tidak bersedia untuk direkam,” ujar Heru saat diwawancarai dilokasi santunan.

“Kami sebagai warga sangat berterimakasih, beliau orang baik, kedua anaknya juga dipesantren ada yang di Gontor, beliau orang alim juga,” sambung dia.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini