Sabtu, 6 Juni 2026

Apa Itu Tantrum? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Photo Author
tantitamara, Nawacita Post
- Selasa, 10 Mei 2022 | 16:15 WIB
nawacitapost.com
nawacitapost.com

Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Tantrum adalah keadaan ketika anak meluapkan emosinya dengan cara menangis kencang, berguling-guling di lantai, hingga melempar barang. Tantrum biasanya dialami oleh anak yang berusia 1-4 tahun. Namun, tidak hanya pada anak-anak, orang dewasa pun bisa mengalami tantrum.

Melansir hellosehat.com, tantrum adalah ledakan emosi yang biasanya ditandai dengan sikap anak keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, membangkang, atau marah. Ketika anak tantrum, mungkin bisa membuat frustasi dan bingung menghadapinya. Tantrum termasuk bagian dari perkembangan anak yang normal karena ia sedang berusaha menunjukkan bahwa dirinya sedang kesal.

Tantrum umumnya disebabkan oleh terbatasnya kemampuan bahasa anak untuk mengekspresikan perasaannya. Sehingga mereka hanya bisa meluapkan emosinya dengan cara meronta, berteriak, menangis, menjerit, serta menghentakkan kedua kaki dan tangannya ke lantai. Pada kasus tertentu, tantrum pada anak mungkin bisa disebabkan oleh gangguan perilaku atau masalah psikologis, seperti autisme dan depresipsikologis, seperti autisme.

Sementara itu, melansir klikdokter.com, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan tantrum yaitu:

  1. Jangan Panik


Saat si kecil tantrum, sebaiknya orangtua tidak perlu panik. Pasalnya, panik hanya membuat menjadi tidak berpikir jernih untuk menghadapi perilaku anak. Jadi, ketika anak sedang tantrum, tarik napas dalam dan tetap tenang. Apabila sudah tenang, bisa memikirkan langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya.

  1. Kendalikan Emosi


Sebagian orangtua ada yang justru emosi dan marah saat anak tantrum. Hal ini sebaiknya dihindari karena dapat membuat perilaku tantrum anak semakin parah. Maka itu, pastikan untuk bisa mengendalikan emosi di saat anak sedang tantrum.

  1. Perhatikan Keamanan Anak


Pada saat si kecil tantrum, orangtua harus segera menjauhkan barang-barang berbahaya. Benda yang harus dihindari di antaranya seperti kaca dan sumber listrik. Hal ini bertujuan agar anak tidak cedera atau tak sengaja menyakiti orang lain akibat perilaku tantrumnya.  Selain itu, orangtua juga tidak dianjurkan untuk menarik tangan anak secara kuat atau memukulnya karena berpotensi menyebabkan cedera.

  1. Berikan Sentuhan Kasih Sayang


Cara mengatasi anak tantrum selanjutnya, orangtua bisa mendekati perlahan dan memberikan sentuhan kasih sayang saat anak tantrum. Jangan anggap remeh sentuhan kasih sayang. Walau terdengar sepele, sentuhan kasih sayang dari orangtua sangat berarti buat si kecil yang sedang tantrum.  Sentuhan bisa diberikan dengan membelai bagian kepala dan rambut si kecil, tepuk punggungnya dengan lembut, dan peluk anak agar ia tenang.

  1. Berikan Penjelasan Kepada Anak


Setelah anak tenang, berikan penjelasan kepadanya dengan bahasa yang baik dan lembut. Anda bisa menanyakan apa yang membuatnya menangis. Jika ia meminta sesuatu yang tidak boleh Anda berikan, maka jelaskan dengan baik mengapa hal tersebut dilarang. Tawarkan hal lain atau kegiatan lain untuk menggantikan hal yang tidak boleh dilakukan oleh anak.

Editor: tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini