Rabu, 15 Juli 2026

Mengenal Megibung, Tradisi Makan Bersama Di Bali

Photo Author
Tantitamara, Nawacita Post
- Kamis, 28 April 2022 | 12:09 WIB
nawacitapost.com
nawacitapost.com

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Bali adalah salah satu daerah yang punya sejumlah budaya yang unik yang diwariskan secara turun-temurun, yang hingga kini berkembang seiring dengan pembaruan yang ada. Budaya unik yang ada di Bali salah satunya yaitu Megibung Karangasem. Tradisi Megibung Karangasem ini adalah tradisi makan bersama yang dilakukan oleh masyarakat Karangasem, Bali.

Dalam tradisi ini masyarakat berkumpul, duduk bersama, sambil berbagi makanan (tradisi makan bersama) yang juga biasa dikenal di beberapa wilayah dengan sebutan, Bancakan. Biasanya dalam megibung masyarakat berkumpul lalu duduk bersila bersama, membentuk sebuah pola lingkaran.

Status sosial ataupun kasta, tidak berlaku dalam tradisi turun temurun yang satu ini. Semua memiliki kedudukan yang sama, membaur dan makan bersama. Tujuan utama dari tradisi ini untuk menjaga, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dengan mengesampingkan status sosial.

Tradisi megibung tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Karangasem dan Lombok yang beragama Hindu. Beberapa komunitas Muslim yang ada di Karangasem, seperti Kecicang, Saren Jawa dan Tohpati, juga biasa menggelar acara megibung. Bedanya, jika masyarakat Hindu menggunakan daging babi, masyarakat muslim berlaukkan makanan berlabel halal. Biasanya, megibung dalam komunitas Muslim berkaitan dengan acara pernikahan, sunatan, lebaran, Maulud Nabi dan acara-acara bernafaskan Islam lainnya, mengutip indonesia.go.id.

Sementa itu, dilansir dari karangasemkab.go.id Tradisi megibung ini dikenalkan oleh Raja Karangasem yaitu I Gusti Agung Anglurah Ketut Karangasem sekitar tahun 1614 Caka atau 1692 Masehi. Saat itu, Karangasem dalam ekspedisinya menaklukkan Raja-raja yang ada di tanah Lombok. Ketika istirahat dari peperangan, raja menganjurkan semua prajuritnya untuk makan bersama dalam posisi melingkar yang belakangan dikenal dengan nama Megibung. Bahkan, raja sendiri konon ikut makan bersama dengan prajuritnya.

Ada beberapa etika yang perlu diperhatikan saat mengikuti acara ini, sebelum makan kita harus cuci tangan terlebih dahulu, tidak menjatuhkan remah atau sisa makanan dari suapan, tidak mengambil makanan disebelah kita,  jika salah satu sudah merasa puas dan kenyang dilarang meninggalkan temannya, walaupun aturan ini tidak tertulis tapi masih diikuti peserta makan megibung.

Editor: Tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini