Jumat, 5 Juni 2026

Wajarkah Nonton Film Porno Sebelum Lakukan Hubungan Intim? Ini Kata Pakar Seksolog

Photo Author
Tiara Islami, Nawacita Post
- Kamis, 2 September 2021 | 13:22 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST - Ada banyak hal yang dapat dilakukan oleh pasangan untuk memanaskan suasana sebelum berhubungan intim, salah satunya dengan nonton film porno.

Namun, apakah wajar bila Anda harus selalu menonton film porno setiap kali akan berhubungan intim?

Tidak dapat dipungkiri bahwa menonton film porno sebelum berhubungan intim dapat memberikan manfaat bagi sejumlah pasangan.

Meski demikian, kegiatan ini juga dapat berdampak buruk pada hubungan bila telah berubah menjadi suatu kebiasaan.

Seksolog Zoya Amirin mengungkapkan dampak menonton film porno bagi pasangan sebelum melakukan aktivitas ranjang dapat membuat aktivitas ranjang menjadi tidak organic.

“Kalau pria sering nonton film begituan akan menghilangkan kemampuan kreativitas otak secara bersamaan,” kata Zoya dikutip dari video di kanal YouTube V Entertaimen.id.

Zoya menerangkan bahwa dalam 15 tahun kedepan orang yang suka melihat film porno seminggu sekali akan membuat kerusakan otak yang parah.

Jika sudah terlanjut menurut Zoya sebaiknya dihentikan dan jangan melakukannya, apalagi untuk memuaskan diri. Sebab, saat melakukan kepuasan sendiri pria atau wanita akan fokus terhadap dirinya sendiri dan alatnya.

Pasangan juga akan lebih sulit untuk membuat ikatan emosional, karena fokusmu berubah menjadi kepuasan fisik. Sebagian orang mungkin mengalami stres, karena merasa dirinya tidak dapat memenuhi ekspektasi tersebut.

Selain itu, hal ini juga dapat memicu beragam kondisi yang tergolong sebagai disfungsi seksual.

Begitu mengalami ketergantungan pada film porno, Anda akan lebih mudah terangsang oleh kegiatan tersebut dibandingkan oleh pasangan.

Bahkan, akan lebih sulit bagi Anda untuk mencapai ereksi, terlebih lagi ejakulasi.

Lama-kelamaan, film porno biasa pun tidak akan cukup untuk menimbulkan rangsangan karena Anda membutuhkan jenis film porno lain yang lebih ekstrem.

Editor: Tiara Islami

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini