Pertama, tingkat stres anda sangat tinggi. Bukan kebetulan jika cenderung sakit setelah proyek besar di tempat kerja atau mengikuti situasi emosional di rumah. Menurut laporan American Psychological Association, stres jangka panjang dapat melemahkan respons sistem kekebalan. Nadia Hasan, DO, dokter di Delancey Internal Medicine mengatakan. Stres menurunkan limfosit tubuh, sel darah putih yang membantu melawan infeksi. Semakin rendah tingkat limfosit , semakin berisiko terkena virus seperti flu.
Kedaua, sering demam. Sangat normal bagi orang dewasa untuk bersin dan dan terserang flu dua atau tiga kali setiap tahun. Kebanyakan orang yang terserang flu akan kembali pulih dalam tujuh sampai 10 hari. Selama waktu itu, sistem kekebalan membutuhkan tiga hingga empat hari untuk mengembangkan antibodi dan melawan kuman yang mengganggu. Tetapi jika terus-menerus masuk angin atau pilek yang tidak kunjung sembuh, itu pertanda jelas bahwa sistem kekebalan tubuh sedang berjuang untuk mengimbanginya.
Baca Juga : Cegah Virus Corona, Ini Dia Ketentuan Masker Kain Sesuai SNI
Ketiga, Memiliki banyak masalah perut. Jika sering mengalami diare, gas, atau sembelit, itu bisa menjadi pertanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang terganggu. Penelitian menunjukkan bahwa hampir 70 persen sistem kekebalan terletak di saluran pencernaan . Bakteri dan mikroorganisme menguntungkan yang hidup di sana melindungi usus dari infeksi dan mendukung sistem kekebalan. Jumlah kecil dari bakteri usus bermanfaat ini dapat membuat risiko terhadap virus, peradangan kronis, dan bahkan gangguan autoimun.
Keempat, luka membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh. Kulit biasanya akan terluka setelah terbakar, terpotong atau tergores. Tubuh bekerja untuk melindungi luka dengan mengirimkan darah yang kaya nutrisi ke luka untuk membantu meregenerasi kulit baru. Proses penyembuhan ini bergantung pada sel kekebalan yang sehat. Tetapi jika sistem kekebalan Anda lamban, kulit Anda tidak dapat beregenerasi. Sebaliknya, luka Anda akan bertahan lebih lama dan sulit sembuh.
Kelima, merasa lelah sepanjang waktu. Pasti bahwa aktivitas yang padat akan membuat merasa lesu. Tetapi jika cukup tidur dan masih kelelahan, ada baiknya mempertimbangkan jika sistem kekebalan tubuh mencoba memberi tahu sesuatu. Itu karena tubuh berusaha menghemat energi untuk menggerakkan sistem kekebalan sehingga bisa melawan kuman.