Jumat, 25 September 2026

EaSWAM 2026: Surabaya Jadi Titik Temu Dokter Estetika, Teknologi dan Jejaring Internasional

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Jumat, 25 September 2026 | 12:18 WIB

Ada pula demonstrasi yang menekankan pentingnya assessment pasien sebelum menentukan treatment.

Dengan begitu, peserta tidak hanya melihat “hasil akhirnya”, tetapi juga belajar bagaimana dokter mengambil keputusan sebelum sebuah tindakan dilakukan.

Filler dan Thread Lift Bukan Sekadar Soal Cantik

Bagi perempuan yang pernah mempertimbangkan filler atau thread lift, aspek keamanan menjadi bagian yang tidak kalah penting.

EaSWAM menghadirkan sesi “Mastering Danger Zones: Safe Anatomy for Thread Lift and Filler”, yang membahas area-area anatomi yang harus dipahami dokter untuk meningkatkan keamanan tindakan.

Ada juga sesi mengenai kondisi serius yang dapat terjadi dalam praktik estetika serta bagaimana dokter mengenali dan meresponsnya.

Pesannya jelas: semakin banyak pilihan treatment, semakin penting pula pengetahuan dokter mengenai anatomi dan komplikasi.

Kevin mengatakan, sekitar 500 dokter mengikuti EaSWAM 2026. Mereka berasal dari berbagai bidang, termasuk dokter estetika, dokter kulit dan dokter bedah plastik.

“Tujuan dari seminar ini meningkatkan kemampuan para peserta yang bergerak di bidang estetika medis menjadi lebih baik. Kedua, memiliki kewaspadaan terhadap segala macam bentuk komplikasi dan tindakan pencegahan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan jika terjadi kepada pasien,” katanya.

Bukan Cuma Seminar, Ada 10 Live Demo dan 11 Station Workshop

EaSWAM 2026 juga tidak hanya menawarkan seminar di ruang kelas.

Ada 10 sesi live demo dan Gallery Workshop dengan 11 station yang memungkinkan peserta melihat tindakan secara langsung.

Di setiap station, dokter dapat mengamati bagaimana seorang operator melakukan assessment, menentukan teknik dan menyesuaikan tindakan berdasarkan kondisi pasien.

Format seperti ini membuat pembelajaran menjadi lebih praktis. Dokter tidak hanya mendengar teori, tetapi bisa berdiskusi langsung mengenai pengalaman dan keputusan klinis di lapangan.

Founder SWAM, Assoc. Prof. Dr. dr. Teguh Tanuwidwidjaja, mengatakan perkembangan aesthetic medicine membutuhkan lebih dari sekadar akses terhadap teknologi baru.

“Dokter membutuhkan pendidikan berkelanjutan, diskusi kritis, dan kesempatan untuk belajar dari praktisi yang berpengalaman,” katanya.

Perempuan Juga Perlu Melek Soal Aesthetic Medicine

Bagi masyarakat, khususnya perempuan, perkembangan ini sebenarnya membawa pesan yang cukup penting.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini