7. Khitobah
Khitobah atau ceramah dilakukan secara bergilir oleh para santri, hal ini bertujuan untuk melatih kecakapan santri dalam berbicara di depan umum. Tema yang dibawakan dalam ceramah bisa apa saja, dan atribut yang digunakan untuk mendukung kegiatan ini juga sangat beragam misalnya gamis, serban, jas, udeng ala syekh di arab, atau kacamata ala pejabat.
Baca Juga: Wujudkan Pemilu Damai, Tiga Jenderal Berkunjung ke Ponpes Daarul Falah
8. Musyawarah
Musyawarah di pondok pesantren merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mendiskusikan sebuah permasalahan. Kegiatan tersebut harus dimulai dengan pembacaan bab-bab tertentu dalam sebuah kitab. Setelah membaca isinya, kemudian memaknai, menterjemahkan, serta menjelaskan, kemudian akan dibuka sesi untuk tanya jawab.
Dari sesi tanya jawab tersebut akan muncul beberapa persoalan yang akan dibahas. Persoalan yang didiskusikan di dalam musyawarah bisa apa saja, seperti persoalan mengenai fiqh, nahwu, shorof, dan lain lain-lain.
9. Bahtsul Masail
Aktivitas yang berikutnya adalah bahtsul masail. Aktivitas ini merupakan kegiatan untuk mendiskusikan persoalan-persoalan sosial dari perspektif keagamaan dengan berlandaskan pada kitab suci Al-quran, Hadits, serta kitab-kitab ulama yang terdahulu.
Baca Juga: KH Abdul Hakim Mahfudz: Pesantren Tebuireng Jombang Tetap Netral Pada Pemilu 2024
Perbedaan antara bahtsul masail dengan musyawarah yaitu musyawarah menggunakan fasal-fasal dalam kitab dalam pembahasannya (bahtsul kutub), sedangkan bahtsul masail sudah memiliki soal-soalnya, dan tinggal dirumuskan saja jalan penyelesaiannya untuk menyelesaikan suatu persoalan.
10. Ro’an atau Kegiatan Bersih-bersih
Ro’an merupakan kegiatan kerja bakti yang dilakukan oleh para santri. Ro’an biasanya diidentikkan dengan aktivitas membersihkan pondok pesantren di setiap hari libur atau hari menjelang perayaan-perayaan tertentu.
Terkadang kegiatan ini juga menjadi istilah gotong royong santri ketika membangun sebuah bangunan di pondok pesantren seperti ngecor, nembok, dan lainnya. Kegiatan ini dapat membuat beban petugas pondok pesantren menjadi lebih ringan. Adanya kegiatan juga membuat santri paham tentang saling membantu satu dengan yang lainnya.
Artikel Terkait
Wujudkan Pemilu Damai, Tiga Jenderal Berkunjung ke Ponpes Daarul Falah
Libur Natal dan Tahun Baru, Santri Ponpes Gadingmangu Mulai Mudik
Gibran Rakabuming Raka Ajak Alumni Ponpes Al Falah Kawal Program Prabowo-Gibran
KH Abdul Hakim Mahfudz: Pesantren Tebuireng Jombang Tetap Netral Pada Pemilu 2024
Bersama Dosen dari Australia, PBI Giri Majdi Jombang Gelar Halaqah Internasional
Ada 6 Rekomendasi Pondok Pesantren Terbaik di Jombang, Nomer 4 Pesantren Bertaraf Internasional