Di sisi lain, pseudoseizure juga dapat menunjukkan gejala khusus yang berbeda dengan kejang epilepsi, seperti:
1. Menutup mulut dan mata.
2. Memberikan respons terhadap suara keras atau rangsangan dari lingkungan sekitar.
3. Gerakan kepala ke samping.
4. Tidak mengantuk setelah episode kejang selesai.
5. Berteriak dan menunjukkan gerakan tubuh seperti meronta-ronta.
Kendati demikian, pada dasarnya, pseudoseizure adalah kondisi yang cenderung sulit dibedakan dengan kejang epilepsi. Karena itu, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter guna memperoleh diagnosis yang tepat mengenai kondisi yang menyebabkan kejang tersebut.