daerah

1.120 Hektare Lahan Terdampak Karhutla Gunung Bromo Padam, Tim Gabungan Sisir Bara Api dan Asap

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:32 WIB

NAWACITAPOST.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo akhirnya berhasil dipadamkan setelah 12 hari penanganan intensif. Meski tidak lagi ditemukan titik api, tim gabungan masih melakukan patroli darat dan udara untuk memastikan tidak ada bara api maupun kepulan asap yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Berdasarkan hasil pemantauan hingga Jumat malam (14/8/2026), penyisiran menggunakan helikopter, drone, dan personel di lapangan memastikan seluruh titik api telah padam. Dua titik asap yang sempat muncul di kawasan Pakis Bincil 1 dan Pakis Bincil 2 pada Jumat pagi juga berhasil dipadamkan melalui operasi water bombing.

Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan, fokus operasi kini beralih pada patroli penyisiran untuk mengantisipasi munculnya bara api tersembunyi akibat embusan angin maupun pembasahan yang belum sempurna.

"Hasil laporan tim lapangan, dari pagi hingga siang ini sudah dilakukan patroli mencari potensi bara dan asap untuk langsung dilakukan pembasahan, baik melalui water bombing maupun penyemprotan lewat darat. Hingga siang ini tidak ditemukan lagi titik api dan bara," ujar Gatot Soebroto, Jumat malam (14/8/2026).

Karena kondisi dinilai aman, tiga helikopter yang sebelumnya diterjunkan dalam operasi pemadaman, yakni PK-DAP, PK-DBM, dan PK-DAN, kini telah kembali ke Bandara Abdurrahman Saleh Malang dalam status siaga.

Data Pusdalops BPBD Jawa Timur mencatat luas area yang terdampak kebakaran di kawasan Gunung Bromo mencapai sekitar 1.120,3 hektare. Vegetasi yang terbakar meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, serta semak belukar.

Selama operasi penanganan karhutla, tim gabungan mengerahkan tiga helikopter, satu drone water spray, 11 unit mobil pemadam kebakaran, serta satu kendaraan taktis Komodo. Tercatat sebanyak 35 sortie dengan 166 kali water bombing telah dilakukan menggunakan total 477.500 liter air untuk memadamkan api.

Operasi pemadaman melibatkan berbagai unsur, di antaranya BNPB, BPBD Jawa Timur, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Polhut, TNI, Polri, BMKG Juanda, BPBD dari sejumlah kabupaten/kota, Damkar, Manggala Agni, relawan peduli api, hingga masyarakat setempat.

Meski kebakaran telah berhasil dipadamkan, BPBD Jawa Timur menegaskan patroli dan pemantauan akan terus dilakukan hingga dipastikan tidak ada lagi potensi kebakaran susulan di kawasan Gunung Bromo.(Ibank)

Tags

Terkini