daerah

Temuan Skabies, Anas Karno: Jangan Hanya Kejar Untung, Kesehatan Warga Dipertaruhkan

Jumat, 22 Mei 2026 | 00:50 WIB
Anas Karno, Anggota Komisi A DPRD Surabaya.

NAWACITAPOST.COM – Temuan hewan kurban terindikasi skabies di Surabaya langsung disorot DPRD Surabaya. Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno meminta pengawasan kesehatan hewan diperketat hingga tingkat kelurahan menjelang Iduladha 1447 Hijriah.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, kelurahan tidak boleh hanya menunggu laporan. Aparat wilayah diminta aktif turun memantau lapak penjualan hewan kurban dan berkoordinasi langsung dengan DKPP Surabaya.

“Kelurahan jangan pasif. Harus aktif berkoordinasi dengan DKPP untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban secara intensif di lapak-lapak wilayah masing-masing,” tegas Anas, Rabu (20/5/2026).

Anas menilai langkah preventif menjadi kunci utama agar penyakit seperti skabies tidak menyebar luas. Pengawasan diminta dilakukan sejak hewan masuk ke Surabaya hingga proses penjualan kepada masyarakat.

“Temuan hewan terindikasi skabies ini harus menjadi alarm bersama. Pencegahan harus diutamakan supaya penularan bisa segera dicegah dan masyarakat merasa aman saat membeli hewan kurban,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pedagang hewan kurban agar kooperatif saat pemeriksaan berlangsung. Menurutnya, hewan yang terindikasi sakit wajib segera dipisahkan agar tidak membahayakan warga yang membeli.

“Kalau ada hewan yang terindikasi sakit harus segera dipisahkan dan ditangani. Jangan sampai demi mengejar penjualan, kesehatan masyarakat justru diabaikan,” tandasnya.

Sebelumnya, DKPP Surabaya bersama tim gabungan menemukan satu hewan kurban terindikasi skabies saat inspeksi lapak penjualan. Hewan tersebut langsung diisolasi agar tidak diperjualbelikan ke masyarakat.

“Hingga saat ini tim menemukan satu hewan yang terindikasi terkena skabies. Hewan tersebut langsung diperiksa dan diisolasi agar tidak ikut diperjualbelikan kepada masyarakat,” kata Kepala DKPP Surabaya Nanik Sukristina.

Pengawasan hewan kurban berlangsung sejak 18 hingga 26 Mei 2026. Sampai hari ketiga, sebanyak 61 lapak di 31 kecamatan Surabaya telah diperiksa, termasuk pengecekan SKKH, vaksinasi, hingga potensi PMK dan LSD.

“Jangan sampai warga khawatir saat membeli hewan kurban. Kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” pungkas Anas Karno. ***

Tags

Terkini