Jumat, 5 Juni 2026

Jadwal Pemberangkatan Jemaah Haji Kabupaten Karawang Tahun 1444 H / 2023 M

Photo Author
nurjayakbe, Nawacita Post
- Kamis, 25 Mei 2023 | 20:54 WIB

Karawang, NAWACITAPOST.COM - Pasca pendemi Covid 19 selama dua tahun, Kamentrian Agama Kabupaten Karawang sebanyak 2.080 jama'ah akan segera diberangkatkan, Sabtu (27/5) mendatang.

Kepala Seksi Pemberangkatan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang Iwan mengatakan bahwa jadwal keberangkatan jamaah haji Karawang untuk tahun 2023 terbagi menjadi 2 gelombang dengan jumlah 6 kloter.

Adapun jadwal keberangkatan jemaah haji Kloter pertama pada 27 Mei, keloter kedua tanggal 30 Mei, kloter tiga tanggal 5 Juni, kloter empat tanggal 6 Juni, kloter 5 tanggal 9 Juni dan kloter enam tanggal 18 Juni.

"Alhamdulillah bisa melunasi, baik murni maupun lansia dengan jumlah 1.900 jemaah ditambah dengan cadangan 180 jemaah. Jadi total keseluruhan yang berangkat di Kabupaten Karawang berjumlah 2.080 jamaah," ungkap, Kamis, (25/5/2023).

Menurut Iwan, persiapan keberangkatan jemaah haji tidak ada kendala yang signifikan, hanya terjadi perubahan jadwal keberangkatan saja, jamaah kloter 1 awalnya ditetapkan berangkat pada tanggal 26 Mei berubah jadwal menjadi tanggal 27 Mei.

"Insyaallah sampai saat ini aman-aman saja, masih terkendali. Hanya jadwal keberangkatan mengalami perubahan, yang awalnya kita diberi jadwal oleh pemerintah itu tanggal 26 Jum'at besok, tapi ternyata dirubah ke tanggal 27 hari Sabtu," ujarnya.

Iwan juga menjelaskan, ada beberapa jamaah yang gagal diberangkat pada tahun ini jumlahnya mencapai kurang lebih 200 orang.

"Itupun beberapa faktor disebabkan baik ekonomi, psikologi, tidak adanya pendamping (mahrom), sakit parah ataupun meninggal dunia. itupun bukan karena mereka tidak mau berangkat,".

Iwan juga menambahkan, secara teknis apabila ada pendaftar dari kuota murni yang tidak jadi berangkat, maka akan alihkan dan diisi oleh kuota cadangan yang ada. Baik kuota murni maupun kuota cadangan, semuanya sudah ditetapkan sesuai aturan main, sehingga tidak bisa berjalan keluar dari aturan.

"Jadi ada yang namanya daftar tunggu, ketika jamaah tidak sanggup melunasi bisa digeser jadi cadangan.Cadanganpun ditawarkan, mau melunasi atau tidak. Sistem penawarannya itu berdasarkan nomor urut," jelas.

'Berpesan kepada seluruh jamaah, agar tidak usah khawatir apabila di tanah suci mengalami hal tidak diinginkan seperti sakit ataupun tersesat. Sebab, pihaknya telah menyediakan petugas untuk melayani berbagai hal termasuk antisipasi."

"Saya berharap mereka bisa dilayani semaksimal mungkin, kita pergunakan amanat sebaik mungkin, pelaksanaan haji insyaallah akan lancar dan nyaman,".

"Tidak usah khawatir, kemenag juga menempatkan petugas khusus apabila ada jamaah yang sakit ataupun tersesat, pemerintah sudah siapkan semuanya," pungkasnya.(Nurjaya Bachtiar).

Editor: nurjayakbe

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini