"Karena jika tidak keliru, ‘Aisyiyah mempunyai dua program yaitu program Keluarga Sakinah dan program BUEKA (Bina Usaha Ekonomi Keluarga ‘Aisyiyah). BUEKA sebagai gerakan pemberdayaan ekonomi umat, dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Salah satu landasan ‘Aisyiyah dalam bergerak dalam pemberdayaan ekonomi ini adalah Surat Al-Isra’ ayat ke-26 yang artinya, “Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
Dan Alhamdulillah ikhtiar massif yang dilakukan oleh Aisyiyah tersebut membuahkan hasil. Dalam usaha itu, ‘Aisyiyah mendampingi pelaku usaha agar lebih kreatif, memberikan problem solving, dan inovasi yang semuanya menghasilkan produk yang bersifat ekonomis sangat berperan dalam menggerakkan ekonomi umat.
Untuk itu, sekali lagi monggo (Mari ) kita sama-sama pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat dalam menata ekonomi masyarakat Kabupaten Blitar," pungkasnya.
Sementara itu Hidayaturrahman SE,M.M Ketua PDM kabupaten Blitar mengatakan,
pada hari ini Musyawarah Daerah (musdya) merupakan perhelatan tertinggi di pimpinan daerah Muhammadiyah di Kabupaten Blitar, dimana musyda ini untuk memilih 9 pimpinan dan nanti ditambah 2 sehingga ketemu 11 pimpinan yang akan memimpin Muhammadiyah Kabupaten Blitar.Dimana yang punya hak suara adalah cabang, cabang pimpinan Muhammadiyah.
Tujuannya untuk karena kepemimpinannya itu adalah lima tahun sekali harus dipilih. Maka sebagai layaknya bahwa Muhammadiyah harus melakukan penghelatan memilih calon pimpinan atau calon ketua.
Musyda ini mewakili dari 19 kecamatan, kemudian ada 30 ranting termasuk kurtum yang hadir pada Musyda ini,"ujarnya.
Hidayaturrahman mengharapkan, karena saya tidak bisa lagi memimpin wilayah Muhammadiyah kabupaten Blitar, karena saya pimpinan wlilayah Muhammadiyah. Berharap bahwa Muhammadiyah kedepan mendapatkan pemilih yang lebih baik dari pemimpin sebelumnya.
Sehingga kehadiran dan keberadaan Muhammadiyah Kabupaten Blitar itu betul-betul hadir untuk masyarakat Kabupaten Blitar pada umumnya dan khususnya untuk Muhammadiyah itu sendiri.
(Adv/kmf/fm)