Blitar, NAWACITApost.com - Ribuan umat Hindu di Kabupaten/Kota Blitar menggelar upacara Melasti di Pantai Jolostro, Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Selasa (14/3/2017).
Acara sakral ini dalam rangka menyambut datangnya hari raya nyepi , tahun baru saka yang ke 1945, yang jatuh tepat pada tanggal 22 maret pekan depan.
Selain ribuan umat hindu , dihadiri Bupati Blitar Hj.Rini Syarifah, turut hadir Anggota DPRD Jawa Timur Guntur Wahono, Forkompimda, Camat dan Kades Se-Kecamatan Wates.
Acara melasti ini diawali dengan larung sesaji banten atau jalanidi puja. Yakni melepaskan binatang piaraan seperti seekor bebek dan seekor ayam putih mulus ke laut selatan. Setelah larung sesaji, ritual dilanjutkan dengan pemercikan petirtan atau air suci pun segera dibagikan, sebagai simbul pensucian diri agar terhindar dari segala macam balak dan petaka.
Bupati Blitar Hj.Rini Syarifah mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Blitar, saya sangat menyambut baik atas digelarnya upacara Melasti ini, yang merupakan ritual penyucian diri, sebagai salah satu rangkaian ibadah agama Hindu dalam menyambut datangnya Hari Raya Nyepi.
"Karena Melasti mempunyai makna yang sangat dalam bagi umat Hindu dimana sebagai upaya mensucikan diri dari segala perbuatan buruk pada masa lalu. Juga pembersihan atau penyucian benda sakral milik pura, mensucikan desa untuk mewujudkan keseimbangan, keharmonisan, dalam menjalani kehidupan,"katanya.
Rini Syarifah mengajak umat Hindu di seluruh Kabupaten Blitar untuk menjadikan perayaan melasti tahun ini sebagai sarana introspeksi, menata kembali sikap dan perilaku dalam menjaga keharmonisan dengan alam, dengan sesama, dan dengan Sang Pencipta, sehingga pergantian Tahun Baru Saka ini bisa memberikan kekuatan positif bagi kehidupan, memayu hayuning bhawono, yakni meraih kehidupan yang tata, titi, tentrem, mewujudkan keharmonisan dan kedamaian.
"Hal ini sekaligus upaya kita dalam menyongsong pemilihan umum serentak 2024. Pilihan boleh beda, namun tetap harus rukun dan menjaga kondusifitas. Semoga kegiatan ini sampai datangnya perayaan Hari Nyepi berlangsung lancar, khidmat dan mendapat berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa,"jelasnya.
Terakhir Bupati Blitar Rini Syarifah mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar akan selalu mendukung dan akan bersinergi dengan sesama umat. Jadi apapun untuk kegiatan mereka akan kami dukung selalu.
Berharap Sinergi dengan umat yang lain dalam kegiatan keagamaan kita saling membantu saling mengkondisikan kegiatan sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,"pungkasnya.
Sementara itu Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI ) Blitar mengatakan, umat Hindu setiap kali untuk merayakan hari raya Nyepi Tahun ini adalah menyambut tahun baru Saka 1945. Rangkaian yang pertama adalah dimulai dengan upacara Melasti tujuannya adalah untuk mensucikan diri kita dan mensucikan yaitu alam.
Bhuana Alit dimulai dari diri kita dan bhuana Agung dampaknya nanti adalah ke alam. Adapun nanti rangkaiannya masih ada upacara Tawur Kesanga dan dilanjutkan pawai ogoh-ogoh.
Setelah itu baru melaksanakan catur Brata penyepian dan paginya adalah Nembak Geni dan ditutup dengan acara Dharma Santi atau halal bihalal,"jelasnya.
Lestari berharap setelah pandemi covid berakhir umat hindu bisa melaksanakan tahap-tahapan atau rangkaian kegiatan Nyepi ini bisa diikuti dengan kompak,"harapnya.