NAWACITAPOST.COM – Ketua Harian Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Surabaya, Siti Maryam, mengapresiasi prestasi luar biasa yang diraih kader Pramuka Surabaya, Ghifara Denok Prameswari (Ghia). Di usia yang baru menginjak 13 tahun, pelajar kelas VIII SMP Negeri 3 Surabaya tersebut berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menyabet gelar Winner Puteri Kebaya Indonesia 2026.
Menurut Siti Maryam, pencapaian Ghia menjadi bukti bahwa generasi muda Surabaya mampu bersaing di level nasional, bahkan memiliki peluang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
"Usianya baru 13 tahun, masih kelas VIII SMP, tetapi prestasinya sudah tingkat nasional. Ini luar biasa dan harus menjadi kebanggaan Kota Surabaya. Pemerintah wajib hadir untuk mendukung anak-anak berprestasi seperti Ghia agar bisa terus melangkah hingga tingkat Asia," tegas Siti Maryam usai pertemuan di DPRD Surabaya, Selasa (21/7/2026).
Selain meraih gelar Puteri Kebaya Indonesia 2026, Ghia juga dikenal memiliki kemampuan seni tradisional yang menonjol. Ia merupakan sinden muda berprestasi dengan sejumlah gelar juara, serta telah menyelesaikan jenjang kepramukaan Garuda Siaga hingga Penggalang.
Siti Maryam menilai talenta yang dimiliki Ghia merupakan aset budaya yang harus dijaga. Apalagi, Ghia dijadwalkan mewakili Indonesia dalam ajang tingkat Asia di Malaysia.
Namun di balik sederet prestasinya, Ghia berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya merupakan guru PPPK, sementara ibunya mengajar di taman kanak-kanak. Kondisi ekonomi keluarga dinilai menjadi tantangan besar untuk membiayai keberangkatannya ke tingkat internasional.
"Jangan sampai anak yang sudah luar biasa ini terhambat hanya karena persoalan biaya. Pemerintah harus memberikan dukungan nyata. Jangan biarkan potensi besar berhenti karena keterbatasan ekonomi," ujar anggota Komisi C DPRD Surabaya tersebut.
Ia juga meminta pemerintah tidak hanya membantu dari sisi pembiayaan, tetapi memberikan pendampingan agar Ghia siap membawa nama Surabaya dan Indonesia di forum internasional.
"Kalau nanti berangkat ke Asia, harus ada pembekalan, pendampingan SDM, sekaligus dukungan pemberangkatannya. Dia bukan hanya membawa nama dirinya, tetapi juga menjadi duta budaya dan duta wisata yang memperkenalkan Surabaya kepada dunia," katanya.
Siti Maryam mengaku telah mempertemukan Ghia dengan Ketua DPRD Surabaya, pimpinan Komisi D, serta Sekretaris Daerah Kota Surabaya. Dalam kesempatan itu, Ghia bahkan menunjukkan langsung bakatnya sebagai sinden.
"Setelah kami lihat langsung, ternyata memang sangat layak. Talenta yang dimiliki luar biasa. Insya Allah akan mendapat dukungan untuk mengikuti ajang di Malaysia dan membawa nama Indonesia di tingkat Asia," ungkapnya.
Meski memiliki segudang prestasi, Siti Maryam berpesan agar Ghia tetap rendah hati dan tidak mengabaikan pendidikan.
"Saya berpesan, pertama jangan sombong. Kedua, jangan pernah meninggalkan sekolah. Prestasi harus berjalan seiring dengan pendidikan. Alhamdulillah nilai akademiknya juga sangat baik, tidak ada yang di bawah sembilan. Ini menjadi bukti bahwa prestasi dan pendidikan bisa berjalan bersama," tuturnya.
Diketahui, Ghifara Denok Prameswari atau Ghia dinobatkan sebagai Winner Puteri Kebaya Indonesia 2026 dalam ajang yang berlangsung di Merbabu Merapi Hotel, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 2–4 Juli 2026.