NAWACITAPOST.COM - Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menyampaikan keprihatinannya mengenai penjualan minuman beralkohol (mihol) kategori B dan C yang kian marak melalui aplikasi online.
Menurutnya, peredaran mihol melalui platform digital ini semakin mengkhawatirkan dan berpotensi menimbulkan dampak negatif, terutama pada generasi muda.
"Apakah pemerintah kota menyadari betapa mudahnya akses terhadap minuman keras ini? Bagaimana bisa lolos ke aplikator?" ujar Yona pada Rabu (13/11/2024) di Kantor DPRD Surabaya.
Baca Juga: Kasus SMAK Gloria: Relawan Kawal Gibran Serukan Tindakan Tegas
Yona menjelaskan bahwa banyak restoran yang terdaftar di aplikasi layanan makanan kini menyediakan minuman beralkohol yang bisa langsung diantar ke rumah konsumen. Hal ini, menurutnya, memudahkan remaja untuk mendapatkan akses terhadap alkohol hanya dengan meminjam akun orang dewasa.
"Mereka hanya perlu pinjam akun teman yang sudah cukup umur, lalu tinggal klik, minuman keras sudah ada di depan pintu," ungkap Yona, yang juga merupakan politisi Gerindra.
Dia juga menyoroti bahwa penjualan mihol di aplikasi digital memiliki risiko lebih besar dibandingkan peredaran di Rumah Hiburan Umum (RHU).
Baca Juga: Data Kemiskinan Surabaya Turun, Komisi D: Logikanya Kurang Masuk Akal
Menurutnya, pemerintah perlu mengambil langkah serius untuk mengatur penjualan mihol di platform online demi mencegah penyalahgunaan dan dampak kriminalitas.
"Penjualan melalui aplikasi dan media sosial seperti WhatsApp ini jauh lebih berbahaya karena sulit diawasi," jelasnya.
Selain itu, Yona menegaskan pentingnya regulasi ketat untuk mengawasi peredaran mihol di aplikasi daring dan media sosial.
Baca Juga: Optimalisasi IT dan Kolaborasi Universitas, Solusi DPRD Surabaya Perbaiki Data Kemiskinan
Ia menambahkan bahwa tanpa regulasi yang tepat, Surabaya berisiko menghadapi lonjakan angka kriminalitas yang berhubungan dengan alkohol.
"Penjualan mihol secara online ini berdampak luas, dan dapat menjadi salah satu faktor meningkatnya kriminalitas di Surabaya," tegasnya.
Artikel Terkait
Inovasi 'Petis Rujak' RSUD BDH: Pendaftaran Tanpa Berkas Tingkatkan Efisiensi Layanan
Guru Ekstrakurikuler Surabaya Keluhkan Gaji dan Kontrak, Fraksi PKS Janji Tindak Lanjut
Ruang Inap dan Kerja Sama Asuransi: Langkah Strategis Komisi D untuk RSUD BDH Berdaya Saing
Fokus Ibu dan Balita, PAC Gerindra Krembangan Bantu Korban Kebakaran
PDAM Surabaya Percepat Rehabilitasi 51,2 Km Pipa, Target Tuntas Akhir 2024
Komunitas Disabilitas Semarakkan Penutupan JEEF 2024, Pesan Inklusivitas Menggema di Hari Pahlawan
Dari Atlet Jadi Dewan, Yona Bagus Widyatmoko Sukses Bina Ratusan Anak Berprestasi secara Gratis di Dojo Trufindo