NAWACITAPOST.COM - Direktur RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya, drg. Bisukma Kurniawati, M.Kes., menyampaikan optimisme terhadap capaian pendapatan rumah sakit yang dipimpinnya meskipun menghadapi tantangan renovasi. Hal ini disampaikan usai rapat koordinasi bersama Komisi D DPRD Surabaya, Kamis (7/11/2024), di mana drg. Bisukma mengulas evaluasi pendapatan hingga Oktober 2024 serta penggunaan anggaran belanja di rumah sakit tersebut.
“Kami optimis pendapatan rumah sakit tetap stabil meskipun targetnya menyesuaikan, karena kondisi pelayanan tidak menurun. Pada masa pandemi COVID-19 memang pendapatan meningkat signifikan, namun saat ini lebih stabil. Terlepas dari renovasi yang dilakukan, kami tetap memberikan pelayanan,” ujar drg. Bisukma.
Saat ini, RSUD BDH masih melaksanakan pelayanan rawat inap meskipun jumlah kamar yang disediakan terbatas akibat adanya proses renovasi. Menurut drg. Bisukma, renovasi ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat Surabaya. “Renovasi ini memang berpengaruh, namun kami tetap berupaya menjaga kestabilan pendapatan yang saat ini masih sama dengan tahun sebelumnya,” tambahnya.
Baca Juga: DPRD Surabaya Usulkan Regulasi penggunaan tes Alkohol dan Car Joki di RHU
Anggaran dan Serapan Pengembangan Fasilitas
Drg. Bisukma juga menyebutkan bahwa pihaknya menargetkan anggaran belanja dapat terserap sekitar 80% hingga akhir tahun. Hal ini mencakup belanja untuk pengembangan fasilitas rumah sakit yang sebagian besar akan dibayarkan pada akhir tahun. “Pengembangan fasilitas masih berjalan, dan pembayaran baru akan dilakukan pada Desember karena proyek diperkirakan selesai November ini,” ujarnya.
Selain pengembangan fasilitas, RSUD BDH juga sedang dalam proses pengadaan alat kesehatan yang akan melengkapi pelayanan di rumah sakit tersebut. Dengan demikian, pihaknya optimis akan mencapai target serapan anggaran sesuai yang direncanakan.
Baca Juga: Taksi Air Surabaya, DPRD: Langkah Visioner Menuju Transportasi Modern
Digitalisasi Pelayanan
Menjawab pertanyaan terkait inovasi pelayanan, drg. Bisukma mengungkapkan bahwa RSUD BDH telah menerapkan sistem digitalisasi penuh dalam proses pendaftaran dan pelayanan pasien. “Kami telah mengembangkan inovasi bernama 'Petis Rujak', yaitu sistem pendaftaran otomatis rujukan tanpa berkas. Pasien yang datang hanya perlu menunjukkan data di e-health, dan langsung diarahkan ke poli atau farmasi tanpa perlu membawa berkas fisik,” jelasnya.
Menurutnya, inovasi ini membuat pelayanan lebih cepat dan transparan karena sistem antrian ditentukan berdasarkan nomor urut, bukan siapa yang datang terlebih dahulu. “Inovasi ini memberikan kemudahan bagi pasien untuk mengetahui jadwal pelayanan mereka,” tambahnya.
Baca Juga: BPJS Surabaya Siap Optimalisasi Layanan, DPRD Usulkan Reward Pembayar Disiplin
Mayoritas Pasien BPJS
Mayoritas pasien yang dilayani RSUD BDH adalah peserta BPJS, sejalan dengan program Universal Health Coverage yang diterapkan di Surabaya. Drg. Bisukma menjelaskan bahwa pendapatan RSUD BDH tetap terjaga melalui sistem pembayaran berbasis clinical pathway yang ditetapkan untuk setiap pasien. “Dengan sistem Inasibijis, pendapatan kami setara dengan metode out-of-pocket yang biasa, sehingga tetap stabil,” tuturnya.
Artikel Terkait
Tutup Reses, Cahyo Siswo Utomo Siap Kawal Isu Legalitas Tanah Warga Putat Jaya
Optimalkan Pelayanan Publik, Ketua Komisi A DPRD Surabaya: Perbaikan Dimulai dari SDM
Yona Bagus: Warga Asemrowo Minta Perbaikan Infrastruktur dan Pendampingan Hukum Gratis
Empat Agenda Penting Paripurna DPRD Surabaya: Fokus pada BUMD dan Lingkungan
Identifikasi Kendala, Yona Bagus Menginisiasi Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis di SDN Kedurus I
Empati Cak Ji di Balik Tragedi Kedungdoro: Bantu Pendidikan Anak Korban
Resmi Dibuka! JEEF 2024 Tawarkan Edukasi, Hiburan, dan Kesempatan Bisnis
Reses Mojoklangru, Aldy Blaviandy Fokus ke Masalah Keamanan dan Pendidikan