Baktiono menilai, konsep BOT bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kinerja PD Pasar Surya. Melalui kerjasama dengan pihak swasta, pemerintah bisa membangun pasar-pasar tanpa mengeluarkan anggaran besar, namun tetap memberikan ruang bagi pedagang tradisional untuk berjualan.
“Kita tidak bisa berharap semuanya dibangun sendiri oleh pemerintah. Jika menyangkut urusan perdagangan, sebaiknya kita serahkan kepada pihak yang lebih berpengalaman di dunia bisnis, seperti yang dilakukan di Pasar Tambak Rejo dan Pasar Wonokromo,” ungkapnya.
Baktiono menambahkan bahwa dengan masa Build Operate Transfer yang umumnya berlangsung selama 25 tahun, di kemudian hari pengelolaan pasar akan kembali kepada pemerintah, dan keuntungan jangka panjang dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Baca Juga: Ketua DPRD Surabaya Resmi Ditetapkan, Adi Sutarwijono Siap Prioritaskan Kepentingan Masyarakat
Tutup Celah Kegagalan di PD Pasar
Ia juga menekankan perlunya evaluasi terhadap manajemen PD Pasar Surya yang dianggap kurang inovatif. “Jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Kita punya contoh-contoh pasar yang berhasil dikelola dengan sistem BOT, namun PD Pasar seolah lupa atau tidak peduli untuk belajar dari pengalaman tersebut,” pungkas Baktiono.
Diketahui, target setoran deviden PD Pasar Surya sebesar 296 juta per tahun, artinya take home pay Dirut diatas 25 juta per bulan. ***
Artikel Terkait
Perindo Surabaya Siap Menangkan Eri Cahyadi-Armuji, Samuel Teguh: Kami Siap Berperan Aktif
Rayakan HUT ke-31, GMPI Surabaya Mantapkan Dukungan Eri-Armuji dan Khofifah-Emil
Relawan Buleks Salurkan Beasiswa PIP, Budi Leksono: Dukung Pendidikan Gratis Eri-Armuji dan Risma-Gus Hans
Eri Cahyadi Ikuti Pemberangkatan Ziarah Wali di HUT Partai Golkar Surabaya
Kampanye ‘Satu Suara’, Anas Karno Ajak Warga Surabaya Dukung Eri-Armuji dan Risma-Gus Hans
Menyambut Sumpah Pemuda, Sahabat Cak Ghoni Tekankan Pentingnya Sosok Pemimpin yang Peduli Pendidikan
Banner Kotak Kosong Banyak Yang Hilang Dan Rusak, Rudy Gaol: Kepanikan Calon Tunggal!