Kamis, 4 Juni 2026

Banner Kotak Kosong Banyak Yang Hilang Dan Rusak, Rudy Gaol: Kepanikan Calon Tunggal!

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Senin, 21 Oktober 2024 | 12:52 WIB

NAWACITAPOST.COM – Banyaknya banner, baliho, dan spanduk sosialisasi Kotak Kosong yang hilang dan dirusak di sejumlah wilayah Surabaya memantik reaksi keras dari Aliansi Relawan Surabaya Maju. Kejadian ini disinyalir dilakukan oleh sejumlah oknum bermotor yang beraksi pada dini hari.

Rudy Gaol, Direktur Pemenangan Aliansi Relawan Surabaya Maju, mengungkapkan rasa kecewanya terhadap tindakan vandalisme tersebut. Ia menegaskan bahwa aksi merusak dan mencopot alat peraga sosialisasi adalah tindakan yang mencoreng semangat demokrasi.

"Kami sangat menyesalkan tindakan tidak terpuji ini. Alat peraga sosialisasi Kotak Kosong dirusak dan hilang di beberapa titik, dan kami sudah menginventarisir serta mengumpulkan bukti, termasuk keterangan dari saksi-saksi di lokasi," ujar Rudy Gaol.

Baca Juga: Spanduk 'Coblos Kotak Kosong' Muncul Saat Debat Publik Pilkada Surabaya

Menurut Rudy, perusakan ini justru menunjukkan adanya kepanikan dari pihak calon tunggal yang melihat tren Kotak Kosong semakin meningkat di kalangan masyarakat.

Sosialisasi tatap muka dengan warga, pemasangan alat peraga, hingga survei menunjukkan adanya dukungan yang signifikan terhadap pilihan Kotak Kosong.

"Kami melihat ini sebagai bentuk keresahan dari pihak calon tunggal yang merasa terancam dengan meningkatnya dukungan terhadap Kotak Kosong. Ini adalah hak warga untuk mendapatkan informasi yang adil dan menentukan pilihan mereka," lanjut Rudy.

Baca Juga: MAKI Jatim Dapat Suntikan Dana dari Pengusaha Besar, Kotak Kosong Semakin Menguat

Ia juga mengingatkan bahwa dalam demokrasi, semua pihak harus siap menerima proses dan hasilnya. "Jika tidak siap berdemokrasi, sebaiknya jangan terjun ke dunia politik. Warga berhak mendapatkan informasi yang lengkap dan menentukan pilihannya dengan bebas," tegasnya.

Rudy Gaol juga menyesalkan dugaan adanya intervensi dari pihak-pihak tertentu, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), yang mungkin terlibat dalam aksi ini. Menurutnya, semua pihak, termasuk ASN, harus netral dan tidak boleh ikut campur dalam proses demokrasi.

"Demokrasi harus berjalan dengan sehat dan adil. Dugaan intervensi dan keterlibatan ASN dalam aksi-aksi ini perlu diusut tuntas," tutup Rudy. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB