NAWACITAPOST.COM – Banyaknya banner, baliho, dan spanduk sosialisasi Kotak Kosong yang hilang dan dirusak di sejumlah wilayah Surabaya memantik reaksi keras dari Aliansi Relawan Surabaya Maju. Kejadian ini disinyalir dilakukan oleh sejumlah oknum bermotor yang beraksi pada dini hari.
Rudy Gaol, Direktur Pemenangan Aliansi Relawan Surabaya Maju, mengungkapkan rasa kecewanya terhadap tindakan vandalisme tersebut. Ia menegaskan bahwa aksi merusak dan mencopot alat peraga sosialisasi adalah tindakan yang mencoreng semangat demokrasi.
"Kami sangat menyesalkan tindakan tidak terpuji ini. Alat peraga sosialisasi Kotak Kosong dirusak dan hilang di beberapa titik, dan kami sudah menginventarisir serta mengumpulkan bukti, termasuk keterangan dari saksi-saksi di lokasi," ujar Rudy Gaol.
Baca Juga: Spanduk 'Coblos Kotak Kosong' Muncul Saat Debat Publik Pilkada Surabaya
Menurut Rudy, perusakan ini justru menunjukkan adanya kepanikan dari pihak calon tunggal yang melihat tren Kotak Kosong semakin meningkat di kalangan masyarakat.
Sosialisasi tatap muka dengan warga, pemasangan alat peraga, hingga survei menunjukkan adanya dukungan yang signifikan terhadap pilihan Kotak Kosong.
"Kami melihat ini sebagai bentuk keresahan dari pihak calon tunggal yang merasa terancam dengan meningkatnya dukungan terhadap Kotak Kosong. Ini adalah hak warga untuk mendapatkan informasi yang adil dan menentukan pilihan mereka," lanjut Rudy.
Baca Juga: MAKI Jatim Dapat Suntikan Dana dari Pengusaha Besar, Kotak Kosong Semakin Menguat
Ia juga mengingatkan bahwa dalam demokrasi, semua pihak harus siap menerima proses dan hasilnya. "Jika tidak siap berdemokrasi, sebaiknya jangan terjun ke dunia politik. Warga berhak mendapatkan informasi yang lengkap dan menentukan pilihannya dengan bebas," tegasnya.
Rudy Gaol juga menyesalkan dugaan adanya intervensi dari pihak-pihak tertentu, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), yang mungkin terlibat dalam aksi ini. Menurutnya, semua pihak, termasuk ASN, harus netral dan tidak boleh ikut campur dalam proses demokrasi.
"Demokrasi harus berjalan dengan sehat dan adil. Dugaan intervensi dan keterlibatan ASN dalam aksi-aksi ini perlu diusut tuntas," tutup Rudy. ***
Artikel Terkait
SMA/SMK Gratis Se-Jatim! Eri Cahyadi Ungkap Visi Risma-Gus Hans
Risma Pimpin Aksi Bersih Pantai, Ajak Warga Probolinggo Jaga Kelestarian Laut dan Pangan
Habib Syekh sebut Khofifah Pemimpin Berjiwa Pendidik, Sosok Pengayom Jawa Timur
Luluk Nur Hamidah Bertemu Anies, Diskusi Sederhana untuk Demokrasi Berintegritas di Jatim
Pak Carik Turun Gunung, MAKI Jatim Siap Menangkan Khofifah-Emil Dardak di Pilgub 2024
Puti Guntur dan Indah Kurnia Kobarkan Semangat Kader PDIP Surabaya