Majalengka, NAWACITAPOST.COM – Salah satu wujud komitmen Universitas Majalengka (UNMA) dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di pedesaan pasca pandemi Covid-19, yakni akan dilaksanakannya kegiatan wirausaha desa melalui pemasaran digital bagi UMKM.
Baca Juga : Wujudkan Majalengka Smart City, UNMA Gelar Seminar Teknologi Majalengka 6.0
Hal itu dilakukan melalui program Gerakan Nasional Revolusi Mental bersama masyarakat dalam upaya bangkit pasca pandemi Covid-19.
Demikian disampaikan oleh Dadang Dirno selaku Ketua Pelaksana UNMA, dia menjelaskan bahwa pihaknya melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental melalui partisipasi masyarakat, merupakan upaya nyata UNMA sebagai perguruan tinggi untuk menjadi salah satu pusat perubahan gerakan Nasional Revolusi Mental guna berubahnya sikap, perilaku, cara pikir, cara pandang dan cara kerja civitas akademika kampus yang mewujudkan Indonesia yang Maju.
“Menjadi penting bagi kita dalam mewujudkan Indonesia yang Maju melalui implementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental yang sudah tertuang dalam RPJMN 2020-2024,” ujar Dadang Dirno kepada awakedia, Majalengka (22/08/2022).
Dalam pelaksanaannya, UNMA bekerjasama dengan Kementerian Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI akan menyelenggarakan berbagai kegiatan guna mendorong pertumbuhan ekonomi ditengah masyarakat khususnya di Kabupaten Majalengka.
“Semoga kegiatan GNRM membawa manfaat bagi masyarakat guna membuat aksi nyata revolusi mental melalui peningkatan perekonomian,” ungkapnya.
Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan oleh UNMA dalam GNRM ialah melalui peningkatan kualitas pemahaman tentang pengembangan kewirausahaan berbasis digital.
“Semakin maju dan berkembangnya dunia teknologi, maka membuat kita untuk senantiasa harus melek IT termasuk juga dalam dunia usaha yang semakin maju,” ujar Brahmantya.
Lebih lanjut Dadang Dirno menjelaskan bahwa melalui kegiatan Wirausaha Desa Gerakan Nasional Revolusi Mental sebagai wujud implementasi tugas perguruan tinggi yakni tridharma.
"Sebagai tugas kampus ialah Pendidikan, penilitian dan pengabdian kepada masyarakat maka melalui wirausaha desa sebagai wahana penyelesaian suatu permasalahan berbasis kearifan dan potensi lokal serta kerjasama kemitraan kepada masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya," tandasnya.
Adapun kegiatan tersebut akan dimulai pada tanggal 11 Juli sampai 30 Oktober 2022 mendatang.