Jumat, 5 Juni 2026

Wabah PMK Tak Bahayakan Manusia? Ini kata AH Thony

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Kamis, 12 Mei 2022 | 14:41 WIB

" Gubernur harus memastikan keamanannya, karena hewan kuda juga termasuk yang sangat rawan terjangkit, " Ulas Thony.


Yang tak kalah penting, Satgas Pangan Pemprov Jatim harus betul betul sigap. Bisa jadi hal ini terjadi akibat kelalaian atau bahkan kesengajaan, karena munculnya wabah ini berawal dari impor sapi dari India.


Dulu, Indonesia banyak mengimpor sapi dari Australia, nah beberapa waktu ini impor sapi dan daging banyak dari India.


" Bisa jadi, ini ada kaitannya dengan persaingan bisnis yang tidak sehat sehingga ada oknum pihak dari kementrian yang memberi kelonggaran impor tanpa ada proteksi yang baik, ' duganya.


Untuk itu, selaku lembaga pengawas, Thony meminta kepada aaprat agar sesegera mungkin melakukan penyidikan dan penyelidikan secara mendalam.


Disisi lain, Alumni'94 Fisip UGM ini mengaku heran banyak dokter yang berstatment penyakit ini tidak berbahaya bagi manusia. Tapi menurut Thony, secara logika kalau virus masuk ke tubuh dipastikan membahayakan.


" Barang kotor masuk ke tubuh saja kita cegah, apalagi masuknya  virus?" Tukasnya.


Sesuai infornmasi yang ada, kasus wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak pertama kali ditemukan di Kabupaten Gresik. Ada 402 ekor sapi terindikasi terjangkit PMK di lima kecamatan dan 22 desa pada 28 April 2022.


Dinas Pertanian Jawa Timur menyebutkan, penyakit menular akut yang menyerang hewan ternak ini memiliki tingkat penularan 90-100 persen.




Kemudian pada 1 Mei 2022, kasus kedua dilaporkan di Kabupaten Lamongan dengan jumlah 102 ekor sapi. Wabah pada kasus kedua ini tersebar di tiga kecamatan, yang meliputi enam desa.


Di hari yang sama, ditemukan juga kasus PMK di Sidoarjo yang menjangkiti sapi potong sebanyak 595 ekor, sapi perah dan kerbau di 11 kecamatan. Kasus ini meliputi 14 desa.


Dan kasus keempat terjadi pada 3 Mei 2022 di Kabupaten Mojokerto. Ada 148 ekor sapi potong terinfeksi penyakit yang sama dan seluruhnya tersebar di sembilan kecamatan serta 19 desa.


Wabah ini menjadi perhatian serius dari pemerintahan pusat, sehingga dalam instruksinya, Presiden Jokowi meminta untuk diberlakukan Lokcdown zonasi. (BNW)



Halaman:

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini