Jumat, 5 Juni 2026

Walhi NTB: Air Laut Teluk Bima Diduga Tercemar Limbah Pertamina

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Kamis, 28 April 2022 | 10:30 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST.COM -  Keindahan Teluk Bima NTB yang selama ini menjadi destinasi wisata unggulan di kawasan tersebut seketika keindahannya hilang.

Perairan Teluk Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) diduga tercemar oleh limbah yang berasal dari kegiatan usaha PT Pertamina beroperasi di sekitar wilayah tersebut.

"Tumpahan yang diduga limbah tersebut dapat diduga keras pula bersumber dari kegiatan usaha Pertamina yang berada di pantai laut di Kota Bima," kata Direktur Walhi NTB, Amri Nuryadi dikutip dari CNN.

Amri mengatakan pencemaran air laut itu sudah terjadi sejak dua hari yang lalu. Limbah itu tampak di sepanjang Pantai Amahami, Pantai Lawata, dan sekitarnya di kawasan Teluk Bima.

Meski belum memunculkan perubahan bau air laut yang menyengat imbas tercemar, Amri mengatakan perubahan penampakan dan bentuk air yang muncul semakin parah. Terlebih, sudah muncul busa dan buih yang mengental berwarna kecoklatan di seluruh area pantai yang cenderung mulai berbau.

Rekaman video kondisi perairan Teluk Bima yang diduga tercemar limbah Pertamina itu salah satunya diunggah akun twitter Jaringan Advokasi Tambang (JATAM).

-


Amri menjelaskan tumpahan minyak sempat terjadi di perairan laut Pelabuhan Bima hingga ke Kelurahan Kolo Kota, Bima pada 2020 lalu. Kejadian itu terjadi pada saat Pembongkaran Minyak Marine Fuel Oil (MFO) atau minyak hitam oleh Pelindo III Bima, Nusa Tenggara Barat.

Belajar dari peristiwa itu, pihaknya menilai pihak Pertamina teledor dan mengabaikan kemungkinan dampak yang akan ditimbulkan jika terjadi kebocoran.

Ibrahim, seorang nelayan di Teluk Bima mengatakan, hari ini dirinya terpaksa tidak melaut karena laut tempatnya mencari ikan sudah tercemar parah. Padahal kata dia, cuaca hari ini sangat bagus  untuk mendapatkan ikan yang banyak.

Amri juga mengkritik pihak pemerintah yang masih tidak menunjukkan sikap tegas atas keteledoran tersebut. Belum juga tampak tindakan kongkrit langsung sebagai upaya untuk pencegahan dampak lebih besar dan luas selanjutnya.

 

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini