NAWACITAPOST.COM - Puluhan warga Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, beramai-ramai mendatangi kantor desa untuk mempertanyakan kejujuran dan transparansi Kepala Desa (Kades) pada Selasa (14/5/2024).
Ketika wartawan Nawacitapost.com mewawancarai salah satu warga RT 02 / RW 05 yang bernama Dasat (74) berkata, agendanya adalah ketemu dengan Kades dan kita bicarakan dengan Kades yang punya ranah langsung dan bertanggung jawab dengan masyarakat Desa Kepuh.
"Kalau ada yang menganggap saya demo, saya tidak demo, jadi ini saya bicarakan baik-baik, saya nanya, ibaratnya anak nanya ke bapaknya, jadi kan tidak salah, hukumnya juga tidak ada yang melarang, itu kan tidak ada," ucap Dasat kepada awak media.
Lanjut Dasat, saya tidak menjustifikasi atau menghakimi, saya cuma cari informasi kebenaran yang masih simpang siur atau belum jelas itu, sebenarnya bagaimana, nah Pak Kades itu kan bertanggung jawab disana. Nah bukti dari jawaban itu tidak sekedar istilahnya wawancara, tidak, itu saya minta berita acara yang ditandatangani oleh Kades dan stempel Desa.
"Yang saya pertanyakan sebenarnya banyak, yang saya pertanyakan tadi kan masalah aset Desa, sebetulnya ada kurang lebih paling tidak ada 4 item yang perlu saya pertanyakan, diantaranya aset Desa ruko, karena tempo hari pernah dijual ke salah satu PT yang ada di Surabaya ini yang mau saya tanyakan masalah tersier," ujar Dasat.
Menurut Dasat, tersier itu tidak masuk dalam transaksi jual, itu ke mana duitnya yang nerima siapa, dan sekali lagi saya tidak menghakimi, saya cuma cari informasi, setelah dijual itu luasnya berapa, harganya berapa, duitnya yang menerima siapa, dan itu dikemanakan, nah jawaban itu dituangkan di dalam berita acara.
"Jadi tanah warga itu dijual berbentuk kali ke salah satu PT, salah satu anak perusahaan salah satu PT yang ada di Surabaya, kalau dijual yang namanya transaksi kan berdasarkan sertifikat, yang di luar sertifikat seperti tersier saluran air itu tidak masuk, nah itu ikut ke jual, dan pasti ada duitnya, dan itu tidak sedikit itu kalau diukur nilainya miliar, jadi tidak ada salahnya kalau warga itu ingin tahu kejelasannya bagaimana," kata pria yang biasa akrab dipanggil Totok.
Baca Juga: Terkait Warga Desa Tembarak Geruduk Kantor Desa, Ini Tanggapan Kadis PMD dan Camat
Totok menambahkan, soal nanti dari hasil jawaban itu saya berikan kepada yang lebih ngerti untuk meneliti itu salah atau benar, saya tidak ikut campur itu, karena saya hanya sekedar mencarikan informasi.
"Untuk hari ini, agenda saya kan baru pertama ini maju, nah ini kebetulan Pak Kades tidak ada berobat ke rumah sakit, jadi yang menemui Pak Kepala Dusun (Kasun) Muriyanto, Pak Kasun memberikan jawaban satu bukan ranah dia, dan dia tidak bertanggung jawab untuk memberikan jawaban, cuma garis besarnya saja," imbuh Totok.
Artikel Terkait
Pertanyakan Kinerja dan Pengelolaan Keuangan Pemdes, Puluhan Warga Desa Tembarak Kertosono Geruduk Kantor Desa
Puluhan Warga Yang Geruduk Kantor Desa Tembarak Kertosono Tak Ada Titik Temu, Ini Agenda Yang Akan Ditempuh
Aneh bin Ajaib!!! Setelah Digeruduk Warga, Kendaraan Roda Tiga Desa Tembarak Kertosono Langsung Datang
Terkait Warga Desa Tembarak Geruduk Kantor Desa, Ini Tanggapan Kadis PMD dan Camat
Camat Kertosono Nganjuk Panggil Kades dan BPD Tembarak, Ini Tiga Poin yang Disampaikan
Belum Selesai Agenda Pertemuan Warga dan Muspika, Aliran Listrik PJU Gang XIV Tembarak Diputus PLN
Polemik Desa Tembarak Kertosono Terus Bergulir, Sekitar 11 Banner Terpasang di Jalan Imam Bonjol
Entah Siapa yang Harus Bertanggungjawab, Kini Banner Kembali Terpasang di Stadion Tembarak Kertosono
Bagaikan Kampanye, Banner di Desa Tembarak Kertosono Makin Hari Makin Bertambah
Persoalan Desa Tembarak Kertosono Terus Bergulir, Puluhan Warga Tembarak Kembali Geruduk Kantor Desa
Penuhi Undangan BPD Tembarak Kertosono untuk Lanjutan Diskusi, Warga Kembali Tuai Ketidakpuasan