Sebab pelanggan membayar air bukan untuk menerima air yang sekadar mengalir dari keran. Pelanggan membayar untuk mendapatkan layanan air minum yang memenuhi standar kualitas dan aman digunakan.
Karena itu, kasus air keruh, berbusa dan berbau menyengat ini seharusnya menjadi momentum bagi Perumda Air Minum Surya Sembada untuk membuka informasi secara lebih terang kepada masyarakat.
Berapa hasil pemeriksaan kualitas airnya? Apa parameter yang berada di luar kondisi normal? Bagaimana hasil pengujian setelah dilakukan penanganan? Dan yang paling penting, apakah air sudah benar-benar dinyatakan aman sebelum masyarakat kembali menggunakannya?
Permintaan maaf adalah langkah awal. Tetapi bagi pelanggan, jaminan kualitas, keterbukaan informasi dan solusi nyata jauh lebih penting daripada sekadar kalimat permohonan maaf di media sosial.
Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa persoalan air bersih tidak boleh diperlakukan sebagai gangguan pelayanan biasa. Ketika menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, setiap perubahan kualitas air harus ditangani secara serius, cepat dan transparan. ***